Cit Gwe, Antara Tradisi dan Kepercayaan Masyarakat Tionghoa

Banyak tradisi dan kepercayaan etnis Tionghoa yang menarik untuk diperbincangkan. Salah satunya adalah Cit Gwe sebagai bentuk tradisi yang unik dalam etnis Tionghoa

Cit Gwe berarti bulan ke tujuh setelah perayaan Imlek dan biasanya pada bulan ini etnis Tionghoa melakukan sembahyang kepada para leluhur mereka yang telah tiada. Uniknya biasanya mereka menyiapkan makanan, kopi, teh, kue, dan buah-buahan untuk disajikan di atas meja. Kepercayaannya adalah makanan tersebut seperti sesaji yang dipersembahkan kepada orang tua atau leluhur mereka. Bulan ini juga dianggap sebagai bulan perenungan untuk mengenang para leluhur mereka. Biasanya etnis Tionghoa tidak melakukan pesta apapun pada bulan ini.

Namun dibalik kentalnya kepercayaan mereka, ketika ditanya banyak juga yang menganggap hal tersebut sebagai sebuah bentuk tradisi dan untuk menghormati orang-orang yang telah tiada.

Setelah beberapa lama meja tersebut dibiarkan, biasanya mereka melempar dua buah koin. Apabila koin saat jatuh berbeda sisi tandanya meja sudah bisa dibereskan atau para leluhur mereka sudah kenyang. Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan membakar uang-uangan dari kertas, baju-bajuan dari kertas, dan lainnya dengan kepercayaan semua itu adalah perbekalan untuk para leluhur mereka.

Selain untuk moment keagamaan Cit Gwe juga digunakan untuk mendekatkan seluruh keluarga besar. Biasanya mereka berkumpul untuk berceritera mengenai sosok orang tua atau leluhur mereka kepada anak-anak yang menjadi generasi di bawah mereka.

(semua foto milik She)

[]   Tulisan oleh She – @toshiko_iko

Share

Leave a Reply