Jangan Main-main dengan Mainan!

Terhitung dalam jangka waktu 10 tahun belakangan ini, banyak sekali terobosan dalam mainan anak. Dari permainan yang menguras energi, energi dan otak, bahkan permainan yang menggunakan otak saja.

Sekitar 10 tahun yang lalu ketika mainan anak tidaklah sekompleks sekarang, masih banyak interaksi yang dilakukan antar anak. Mulai dengan permainan yang tidak menggunakan alat seperti petak jongkok, petak umpet, dan semacamnya sampai permainan yang menggunakan alat seperti masak-masakan, dokter-dokteran dan semacamnya.

Dibandingkan dengan sekarang-sekarang ini, permainan banyak dilakukan secara digital. Mulai dari bertani secara digital (contoh; harvest moon, dan papa smurf), sampai membangun gedung secara digital (contoh; Sims City). Padahal dulu yang namanya menanam yah harus di kebun dan membangun bisa menggunakan blok-blok kayu atau lego.

Teknologi dalam permainan pada akhirnya seperti dua sisi koin yang bisa berarti positif dan negatif bagi para pemainnya. Dibalik kecerdasan yang meningkat ketika memainkan permainan digital, tak heran banyak anak yang menghabiskan jam-jamnya di depan psp (playstation portable) dan kemudian lupa cara bersosialisasi dengan sekelilingnya. Rasanya terlalu sayang untuk menghabisakan masa kanak-kanak dengan bermain game macam itu.

Kembali lagi akhirnya kepada segala sesuatu tidak boleh berlebihan dan tidak juga boleh berkekurangan. Sisipkan waktu bermain dengan anak di luar rumah, biasakan mereka untuk bersosialisasi dengan alam sekitar. Sesempurna-sempurnanya teknologi menghadirkan permaianan, tetap saja bermain di luar itu penting untuk membangun kreativitas dan cara berpikir anak.

Jadi, pilihlah sendiri mainan yang anda perlukan!

(semua foto milik She)

[]   Tulisan oleh She – @toshiko_iko

Share

Leave a Reply