Musik: Sejarah Generasi dan Referensi

Berapa banyak dari kita yang hanya mendengarkan musik dari grup yang segenerasi saja? Tidak mencoba mendengarkan grup-grup musik lama? beda zaman? atau bahkan beda generasi? Kenapa tidak coba?

Musik memang sangat terkait dengan tren dan masa saat musik itu lahir. Sebuah musik dan lagu sangat erat dengan kehidupan masanya. Musik selalu menjadi bagian dari aktivitas manusia. Kehadiran musik mendampingi kisah dan sejarah kehidupan manusia. Dari sini lah akhirnya musik seringkali menjadi representasi jaman. Tidak heran jika akhirnya dalam kategori musik pun dikaitkan dengan jaman saat musik itu populer. Misalnya dengan sebutan musik 90an, musik80an dan seterusnya.

Oma Irama, sebelum menjadi Rhoma Irama (RH: Raden Haji)

Ketika, akhirnya musik bisa menjadi tren zaman maka tidak heran pula jika ada lagu yang top pada jaman tertentu lalu dinyanyikan ulang dan kembali top. Maka fenomena itu seringkali dianggap sebagai bentuk dari sebuah tren yang berulang. Perhatikan pula gejala tren berulang ini pada mode dan fashion. Rasanya keduanya punya persamaan dengan musik dan lagu.

Achmad Albar, saat masih bersama Ucok AK dalam grup “Duo Kribo”

Jika memang musik bisa berulang sebagaimana tren selera pendengar, mustinya para musisi mampu memanfaatkan pengulangan selera ini sebagai prediksi selera pasar. Jenis musik pun bisa dilihat pola pengulangannya. Dari musik rock, disko, elektronik, dan lainnya.

Musik adalah selera, musik adalah saksi sejarah, dan musik adalah tren yang bisa berulang. Semua jenis musik, grup band, lagu, dan sejarah musik bisa dikaitkan semuanya sebagai referensi. Referensi mendengarkan lagu-lagu lama atau grup-grup band lawas senantiasa merupakan penggalian referensi musik. Tidak serta merta jika kita mendengarkan lagu tahun 70an maka kita dianggap generasi tahun segitu.

(Foto milik @motulz diambil dari majalah Aktuil, koleksi pribadi)

[]

 

Share
  1. Antyo R. says:

    BTW saya termasuk yang menolak pendapat sebagian kaum sebaya saya bahwa musik dulu lebih bagus ketimbang musik sekarang. Yang sebenarnya terjadi, generasi tua (termasuk saya) cenderung berjarak dengan musik sekarang karena kurang mengikuti, sehingga yang nempel di memori dan selalu jadi referensi adalah musik zaman mereka remaja/muda 😀

  2. motulz says:

    haha.. bener juga Paman, kadang selera itu sulit bergeser atau bertambah ya. Seringkali memori masa lalu menutup diri untuk menerima selera baru masa kini 😛

Leave a Reply