Beban Pikul Anak SD

 

Lucu sekali ketika pulang sekolah, di sebuah SDN ada beberapa anak yang menenteng tasnya. Tak jarang mereka kewalahan membawa tas-tas mereka yan bahkan besarnya tak jauh dari tubuh mereka.

Bukanlah suau hal yang aneh, kalau anak-anak ini membawa tas yang cukup besar. Selain isinya bekal makan dan minum, buku-buku yang mereka bawa pun cukup berat.

Bila kita melihat dari desain tas, sebenarnya  banyak sekali tas orang dewasa yang dipakai anak-anak. Alasannya? Mungkin tas tersebut peninggalan kakaknya yang sudah ganti tas, atau harga yang lebih murah dibanding tas anak-anak?  Entahlah.

Tas kebesaran ini memiliki beban berat tas lebih ke bawah agak dekat panggul, sementara bahu terpaksa menahan beban jatuh tadi dan bahu menarik tulang belakang.

Sekolah dasar adalah usia pertumbuhan dan perkembangan badan anak. Problem yang kemudian muncul secara tidak sadar, bahwa tas besar dengan cara membawa “dipaksa” ini bisa mempengaruhi pertumbuhan tulang belakang anak (spine).  Impact dari tas terlalu berat adalah cedera tulang belakang yang bisa membuat bengkok atau cedera pada sendi-sendi tulang belakang. Mungkin impact-nya bukan sekarang, tapi mungkin baru terasa ketika anak itu beranjak dewasa.

Sebaiknya anak-anak diberikan tas yang sesuai dengan tinggi dan postur tubuh anak. Jangan sampai hanya karena mau murah atau memanfaatkan tas yang ada, si anak sebetulnya menjadi korban kelak.

(semua gambar milik She)

[]   Tulisan oleh She – @toshiko_iko

 

Share
  1. gue baru sadar sih, ternyata anak sd sekarang kebanyakan bawa tas gede2… buku mereka banyak soalnya, kasian deh…

  2. pradaksina says:

    Alumni polka ngungsi ke sini yah? 😀
    CMIIW, dari sisi kesehatan, beban maksimal tas untuk anak2 adalah 15% berat tubuh

  3. 21inchs says:

    lebih baik pakai tas model traveling bag yg ada rodanya..

Leave a Reply