Melestarikan Lagu Anak Dengan Odong-Odong

Musik Indonesia sedang surut? Apalagi sejak bisnis RBT (Ring Back Tone) ditutup Menkominfo. Lalu jika lagu pop Indonesia tidak punya tempat, bagaimana dengan lagu anak-anak? Yang lebih tidak terperhatikan. Ternyata masih ada penyelamatnya.

Odong-odong atau tempat bermain anak-anak berbentuk gerobak dorong, menjadi media yang efektif untuk men-si’ar-kan lagu anak-anak. Mungkin bagi kita ketika diperdengarkan lagu-lagu anak,  lagu tersebut sudah tidak zaman lagi. Tapi itulah satu-satunya cara yang masih bisa dipakai untuk mengingatkan kita akan masa kecil kita.

Sebagaimana kita ingat, dulu di televisi sering sekali acara dan lagu untuk anak-anak, sehingga ada tontonan yang mendidik. Sayangnya, saat ini sudah jarang yang peduli dengan lagu untuk anak. Bahkan, sering sekali kita lihat anak-anak justru menyanyikan lagu dewasa.

Musik dengan genre romansa akhirnya merajalela pikiran anak-anak zaman sekarang ini. Saat semua mungkin sudah tidak peduli, akhirnya musik bertemakan anak-anak hanya dipopulerkan oleh Odong-odong semata. Jadi, ingin memperkenalkan lagu anak-anak ke anak Anda? Datang dan ajak mereka main ke Odong-odong.

(semua gambar milik Amanda)

[]   Tulisan oleh Amanda – @03BMAI

Share
  1. DTS voices says:

    Turut prihatin terhadap lagu anak anak Indonesia. Semoga Odong odong itu tidak mengganti syiar lagu anak Indonesia dengan lagu lagu Justin Bieber.

Leave a Reply