Pernah Ikutan FlashMob?

Flashmob memang sedang booming di Indonesia. Banyak sekali acara-acara khususnya di Jakarta yang menyelipkan agenda flashmob di tengah susunan acara mereka. Lantas bagaimana respon orang sekitar?

Tidak semua masyarakat kenal dan paham flashmob. Kemungkinan reaksi mereka pun terhadap flashmob sangatlah beragam. Ada yang langsung tertarik dan ikut bergabung, malu-malu mau, atau cukup menjadi penonton yang berdiri di pinggiran kerumunan. Tak jarang bagi fotografer momen flashmob ini adalah momen unik dan menarik untuk direkam.

Namun, banyak juga orang yang ragu-ragu dan masih bertanya-tanya alasan apa untuk mereka ikut dalam flashmob tersebut. Bahkan, ada juga yang mungkin mencibir kegiatan ini. Tetapi dibalik itu semua, faktanya flashmob masih saja mengundang banyak massa untuk ikut dalam euphoria-nya.

Dalam dunia seni, kita mengenal seni peran dadakan atau seni kejutan yang dikenal dengan “happening art”. Sebuah seni peran yang hadir di tengah kerumunan masyarakat secara dadakan. Tujuannya memang sekedar menarik perhatian publik sekitar atau digunakan sebagai bentuk penyampaian pesan. Contohnya saat demonstrasi ada sekelompok orang yang melakukan drama sandiwara dengan pesan protes. Bedanya di sini adalah partisipasi penontonnya. Happening Art tidak melibatkan penonton untuk berpartisipasi. Sementara flashmob justru harus “mencolek” penonton untuk berpartisipasi. Makin banyak yang ikut berpartisipasi maka makin sukses flashmob itu.

Jika saja seni dadakan (happening art) tadi sampai menyulut keterlibatan penonton untuk ikut berpartisipasi, maka bisa jadi drama tadi menjadi sebuah Flashmob. Nah… tertarik ikut berpartisipasi?

 

(semua gambar milik She)

[]   Tulisan oleh She – @toshiko_iko

Share

Leave a Reply