Atraksi Topeng Monyet

wpid-20130102_174258.jpg

Masih ingatkah anda dengan atraksi topeng monyet? Kesenian yang dulu sangat ditunggu anak-anak menjelang sore hari, yang identik dengan nama Sarimin. Topeng monyet merupakan atraksi kesenian tradisional yang ternyata bukan hanya ada di Indonesia.

Pertunjukan topeng monyet juga banyak sekali dijumpai di India, Pakistan, Thailand, Vietnam, Cina, Jepang, serta Korea. Sekedar mengingatkan, kesenian ini adalah mengenai monyet yang diarahkan pawangnya untuk berkegiatan seperti layaknya manusia. Mulai dari main sepeda, ke pasar, sampai dengan perang-perangan. Setelah beraksi, biasanya si pawang menyodorkan topi untuk disawer.

image

Kalau dulu pawang monyet kebanyakan hanya satu orang (satu tangan menabuh gendang, tangan lain memegang tali monyet), kini ada juga yang menampilkan kesenian ini dengan pemusik yang cukup lengkap Kini, musik pun menjadi elemen yang tak kalah penting untuk mengiringi atraksi monyet lucu ini. Musik yang digunakan pun adalah musik daerah, setidaknya turut membantu untuk melestarikan musik daerah juga kan?

image

image

Bukan hanya itu, banyak para pawang monyet yang juga mengajak monyetnya untuk berinteraksi langsung dengan para penontonnya, bukan hanya sekedar beratraksi. Ide experience ini cukup membuat banyak orang tertarik, walaupun kesenian ini kini jauh lebih sepi penonton. Uniknya lagi, kini nama Sarimin masih dijadikan nama ‘andalan’ untuk monyet-monyet ini. Setiap orang yang mendengar nama Sarimin, pasti yang terbesit adalah monyet lincah lucu yang siap menghibur dengan aksinya

Atraksi kesenian topeng monyet menjadi bentuk sederhana dari sirkus keliling yang bisa menjadi alternatif tontonan warga. Hanya saja, dari kaca mata lain, atraksi topeng monyet kini menjadi sorotan sejak dianggap sebagai bentuk dari kekerasan dan pemaksaan hewan

(Semua gambar milik She)

[]   Tulisan oleh She – @toshiko_iko

Share
  1. Rendy says:

    exploitasi satwa.. :'(

Leave a Reply