Kendaraan Pribadi Dan Borosnya Lahan Parkir

Pernahkah terbayang berapa luas lahan parkir dari semua gedung-gedung yang ada di Jalan Sudirman saja. Bayangkan jika luas lahan parkir tersebut dijadikan ruangan usaha. Jelas akan meningkatkan pemasukan pemilik gedung, harganya pun akhirnya bisa bersaing dan penyewa lahan perkantoran pun semakin semarak.

Masalah borosnya lahan parkir ini tidak lain diakibatkan minimnya tranportasi publik. Akhirnya semua pekerja terpaksa menggunakan kendaraan pribadi sebagai transportasinya. Jadi akibat dari meledaknya pertumbuhan pengguna kendaraan pribadi, selain membuat lonjakan penghamburan BBM juga memakan lahan produktif menjadi lahan parkir.

Kerugian ini nampaknya belum disadari oleh pemerintah. Pemasukan pengelola swasta dari ongkos parkir tiap tahun merengek minta naik, keluhan mereka sebetulnya menjadi tidak signifikan jika melihat betapa ruginya lahan strategis ini hanya digunakan sebagai tempat parkir.

[]

 

Share
  1. Antyo says:

    Pangkal masalah memang kebijakan transportasi yang terintegrasi dengan penataan wilayah. Karena gak diurus maka muncullah “transportasi publik” dalam pengertian “transportasi yang diupayakan oleh publik”, dari angkot tuyul sampai ojek. Saya sih ngutip sial “transportasi publik” dari ucapan Adinoto yang pernah mencalonkan diri jadi wali kota Bandung. 😀

    Dan lihatlah kasus Jakarta. Jalan layang dibikin di mana-mana, padahal mobil terus bertambah. Kerapatabn antar bus Transjakarta tak seperti yang diharapkan padahal mereka sudah dibuatkan jalan khusus. Itu semua mendorog orang punya kendaraan sendiri, minmal motor.

    Kenapa bisa begitu karena para tuan operencana dan perumus kebijakan tak pernah naik angkutan umum (kecuali waktu kuliah) dan jarang jalan kaki. Lihat saja banyak jembatan penyeberangan yang lebar tangganya tak memadai untuk berpapasan. Di Dago, Bandung, malah adfa tangga spiral tanpa pagar untuk jembatan penyeberangan padahal ini sangat berbahaya. 🙁

  2. pradaksina says:

    Di luar soal transportasi publik, mungkin ini salah satu solusinya:
    http://foto.detik.com/readfoto/2011/05/27/091737/1648204/157/1/wow-rscm-kencana-punya-parkir-susun
    Parkir bayar mahal mengapa, ikut mendorong orang make transportasi publik.

Leave a Reply