Mengasah Kreativitas Lewat Aroma

IMG_9990

Ada banyak cara untuk memikat daya tarik sebuah makanan, misalnya lewat penampilan foto yang sering kita jumpai di menu-menu makanan sebuah restoran. Ada juga yang membuat replika makanan dari plastik yang dipajang di etalase restoran. Lantas bagaimana dengan aroma-nya? Apa hubungannya aroma atau bau-bauan dengan kreativitas?

Bau atau aroma ternyata memiliki peran penting dalam reaksi otak kita. Sebuah tampilan makanan yang indah, bisa langsung menghilangkan selera makan saat bau atau aroma yang tidak sedap. Bahkan mood kita pun bisa langsung berantakan jika kita berada di sebuah tempat yang mendadak tercium bau asing yang tidak nyaman.

Di sisi lain, aroma atau bau ternyata memiliki daya rekam yang kuat melekat di otak kita. Bau bisa membangkitkan memori lama, misalnya bagaimana bau wewangian sebuah ruangan bisa membuat kita kembali terkenang akan ruangan tersebut. Begitu pun bau parfum atau aroma makanan. Bahkan bau pun bisa menimbulkan perasaan yang mencekam seperti paduan wangi bunga Kenanga dan Melati, atau bau dupa dan kemenyan. Semua masuk ke otak dan terekam dengan baik.

IMG_1066

Untuk melatih kreativitas, bau-bauan merupakan alat referensi indera penciuman kita. Referensi bau yang terekam di otak kita mampu memberikan kesan atau mood yang melengkapi proses kreasi seorang seniman. Referensi bau dan benda yang menghasilkan bau tentu menjadi keunikan tersendiri. Tidak banyak orang yang peduli dengan asal dan benda-benda yang khas dengan bau-bauan. Kreativitas adalah proses mengolah emosi dan rasa. Rasa tentu saja berkaitan dengan indera. Makin banyak referensi yang bisa ditangkap dan direkam oleh indera kita, maka makin banyak referensi sense yang kita butuhkan dalam proses kreasi.

[] 

(Foto-foto milik @motulz)

Share

Leave a Reply