Penjor: Kreativitas Khas Galungan

photoxx

Bali selain dikenal sebagai pulau idaman untuk berlibur juga dikenal sebagai pulau yang penuh dengan nilai seni dan kreativitas ornamen yang sangat tinggi. Hal tersebut tidak lain dari hasil kebudayaan dan kepercayaan penduduk Bali yang sudah berlangsung turun-temurun. Seni kerajinan tangan penduduk Bali rasanya sudah terlatih dan terampil, baik orang tua, muda, bahkan anak-anak.

Menjelang Hari Raya Galungan, Bali dipenuhi dengan hiasan-hiasan di tepi jalan. Mulai dari yang sederhana, hingga yang dibuat dengan tingkat ketrampilan yang rumit. Salah satu hiasan yang umum terlihat adalah Penjor, yaitu tiang bambu yang berbentuk tinggi menjulang dipenuhi hiasan-hiasan. Penjor ternyata bukan sekedar hiasan, Penjor juga dibuat sebagai kebutuhan ritual ibadah.

photo-small

Bahan dasar hiasan Penjor mirip dengan hiasan janur untuk perkawinan, hanya saja Penjor saat Galungan umumnya dibuat dari daun Lontar yang dikeringkan. Hampir keseluruhan Penjor ini dihias dengan menggunakan bahan daun Lontar tersebut maka tidak heran beberapa hari sebelum Hari Raya Galungan permintaan daun Lontar di Bali melonjak drastis yang akhirnya musti mendatangkan daun Lontar dari Pulau Jawa.

photo2-small

photorr

Desain Penjor pun beragam, mulai dari yang bergaya tradisional (standar) hingga yang lebih moderen (kreasi baru). Mulai dari desain yang sederhana seharga ratusan ribu, hingga desain yang sophisticated dengan harga jutaan rupiah. Untuk beberapa desa, biasanya warga patungan untuk membuat Penjor. Penjor adalah simbol rasa terimakasih atas kemakmuran yang diberikan Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan). Simbol ini terpasang semarak di depan pintu masuk rumah atau bangunan dan di tepi-tepi jalan dengan ujung bambu yang menjuntai menghadap ke jalan.

[]

(Foto-foto milik @motulz)

Share

Leave a Reply