Mengenal Sejarah Ibu Inggit Lewat Monolog

image-small

Nama Ibu Inggit memang tidak terlalu terkenal seperti Ibu Fatmawati. Walau keduanya adalah isteri Sukarno, kisah keduanya memang berbeda. Masyarakat lebih mengenal Ibu Fatmawati karena beliau adalah isteri di masa Sukarno menjabat menjadi presiden RI. Wajar jika laporan dan liputan media saat itu lebih sering mencatat nama Ibu Fatmawati. Lantas bagaimana kisah Ibu Inggit sendiri? Seberapa penting kisahnya dalam kehidupan seorang Proklamator RI?

Inggit Garnasih (bukan Ganarsih) adalah isteri kedua Sukarno yang tinggal di Bandung. Banyak yang tidak mengenal beliau karena ia adalah isteri Sukarno sebelum menjadi presiden. Sama halnya dengan Ibu Oetari isteri pertamanya dari Surabaya. Nama Ibu Inggit dikenang lewat sebuah buku karya Ramadhan KH, yaitu “Kuantar Ke Gerbang” terbitan tahun 1981. Yang sejak itu tidak banyak terbit buku-buku tentang kisah isteri-isteri Sukarno, termasuk Ibu Inggit sendiri. Wajar jika akhirnya generasi muda tidak terlalu mengenalnya.

photo

Happy Salma, sebagai seorang aktris punya pandangan dan cara yang berbeda dalam mengangkat sejarah Ibu Inggit. Dengan kesamaan logat sunda-nya, Happy Salma rela menghafal skrip monolog untuk durasi 2 jam. Lewat monolog ini, penonton ternyata bisa dengan mudah menyimak kisah hidup Ibu Inggit selama menjadi isteri Sukarno. Mulai sejak berkenalan, nikah, dan kemudian berpisah. Selama dua jam pementasan, hadirin duduk tenang seperti sedang menyimak dongeng dari Ibu Inggit sendiri. Happy Salma, dengan kemampuan akting-nya berubah sosok dan mampu menghayutkan hadirin cukup dengan dekorasi set panggung yang sangat minim.

image-2-small

image-1-small

Happy Salma bersama kerabat setelah pementasan

Cara ini nampaknya berhasil mengangkat kisah sejarah atau kepahlawanan negeri ini yang sudah lama tidak terulas. Media teater sedianya mirip dengan media film dan drama. Penonton bisa perlahan hanyut dalam cerita, terlibat di dalamnya, yang kemudian secara bawah sadar bisa ikut menjalani alur cerita sejarah. Sebuah cara efektif, kreatif, dan menghibur untuk mengangkat dan menghidupkan kembali sejarah Indonesia.

[]

(Semua foto milik @motulz)

Share

Leave a Reply