ERK: Cara Kreatif Membangun Musik Lewat Crowdfunding

photo 4-small

Di saat industri musik sedang tidak bergairah, ada banyak cara untuk membangkitkan gairahnya kembali. Berbagai pihak yang terlibat di dalam industri ini terus mencari cara-cara kreatif untuk menghidupkan kembali api kejayaan musik lokal. Salah satu pihak yang terlibat di dalam industri musik adalah penikmat musik itu sendiri.

Dalam industri musik, penikmat atau pendengar musik adalah pihak penting karena mereka adalah pasar atau konsumen. Daya beli pasar atas musik lokal mustinya tidak surut seiring dengan peningkatan ekonomi pasar. Akan tetapi maraknya bajakan yang tak kunjung reda seringkali membuat musisi menjadi ciut dibuatnya. Apalagi sejak industri musik mulai masuk media digital. Lantas apakah akhirnya musisi harus bertikai dengan media digital?

Efek Rumah Kaca (ERK), band indie yang mulai aktif sejak 2001 punya ide lain dalam memanfaatkan media digital ini, yaitu sebagai media crowdfunding. Crowdfunding atau patungan lewat media digital memang bukan ide baru, lewat cara ini mereka melakukan sebuah pembuatan album secara terbatas. Publik bisa memesan via website mereka.

photo 3-small

Membeli album CD via website jelas bukan ide baru dan mungkin bukan mereka yang pertama melakukan ide ini, hanya saja ERK justru mengawinkan media digital yang modern tadi dengan media tradisional dalam hal rekamannya. Tidak tanggung-tanggung, ERK memboyong tim produksinya ke Solo agar bisa rekaman di Lokananta -sebuah perusahaan rekaman tertua milik bangsa ini. Ide rekamana di Lokananta ini jelas menjadi cerita tersendiri. Cerita ini menjadi semacam gerakan baru di media sosial. Perlahan tapi pasti setelah sekian lama molor, akhirnya album “Daur, Baur, Pandai Besi” selesai dan dikirim ke semua pendukung patungan. Isi paket kirimannya bukan hanya kaset dan CD, tapi juga gimmick lain yang unik bahkan plat piringan hitam. Brilian!

photo 1-small

photo 2-small

Musik Indonesia memang hidup naik turun. Musik yang selalu dekat dengan teknologi selalu saja mengalami pasang surut dalam industrinya. Musisi kini bukan saja dituntut kreatif dalam berkarya musiknya namun juga kreatif dalam menelurkan ide-ide memasarkan dan distribusinya. Tidak mudah, tapi juga bukan tidak mungkin mendapatkan jalan keluar yang jitu, ERK adalah salah satunya.

Info: http://efekrumahkaca.net/en/crowdfunding-pandai-besi

[]

(Foto milik @motulz dari merchandise album “Daur Baur”)

Share

Leave a Reply