Sadarkah Kita Bahwa Candi Itu Keren?

IMG_3447-small

Sejak sekolah dasar anak-anak Indonesia sudah terbiasa mendengar kata “candi”, karena memang budaya Indonesia sangat kaya dengan keberadaan candi-candi. Akan tetapi seberapa peduli kita akan keberadaan candi tersebut?

Keberadaan candi-candi yang ada di Indonesia memang hanya menjadi perhatian selewat saja, jarang ada yang begitu peduli dan memperhatikan bahwa bangunan-bangunan ini sebetulnya adalah simbol kemajuan bangsa kita di masa lalu. Kemajuan ini bukan tidak beralasan, akan tetapi sebuah pembuktian bahwa pada masa dulu sudah ada teknologi arsitektur yang sangat maju.

IMG_3467-small

IMG_3422-small

Candi-candi yang berada di Indonesia mungkin dibangun pada sekitar abad ke-8 yang pada zaman itu bangsa Eropa pun belum paham dengan menghias bangunan batu. Sementara jika kita perhatikan ornamen hiasan pada candi itu sangat memukau. Semua ornamen dibuat dengan cara dipahat bukan dicetak. Begitu juga cara membangunnya bukan dengan konstruksi rangka seperti bangunan masa kini melainkan dengan disusun (stacking).

IMG_3425-small

IMG_3459-small

Jika saja pengenalan candi pada anak-anak dibuat dengan cerita yang memukau pasti akan menjadi daya tarik tersendiri. Kebanggaan dan sikap menghargai pada candi akan berdampak pada kelestarian artefak ini. Sering kita mendengar berita tentang candi yang akan digusur, dirusak, atau bahkan dicuri dari museum, tidak menimbulkan empati pada hampir banyak masyarakat Indonesia. Hal ini jelas diakibatkan kurang kenal dan kurang pedulinya bangsa ini dengan aset kekayaan artefaknya.

IMG_3469-small

Mungkin sudah saatnya sebagai orang tua, pendamping anak, dan guru-guru mulai memberikan cerita-cerita akan hebatnya bagunan candi ini. Bandingkan dengan bangsa Eropa di masa dibuatnya candi yang mungkin saat itu mereka masih menjadi bangsa bar-bar. Foto-foto di atas adalah foto Candi Dieng, salah satu candi tertua di Indonesia.

Mari kita mulai mengenal dan mencintai candi-candi di Indonesia

[]

(Foto-foto milik @motulz)

Share
  1. sori tul…tapi abad ke 8 itu bangsa eropa udah bikin parthenon, udah ada kuil zeus. candi-candi kita itu juga perkembangan dari candi-candi india. ada teori juga mengenai patung di borubudur menganut gaya helenisme. helenisme sendiri dibawa alexander agung dari eropa ke asia. jadi kalau candi kita dibangun pada masa (mungkin) bangsa eropa adalah bangsa bar-bar kok ya agak melenceng dari sejarah dunia ya. IMHO.

    • Halo mas Aswin.. ๐Ÿ˜€ dari yang saya baca.. pada abad ke 8 itu bangsa Eropa sedang masa “Beowulf” (barbar / Viking) dan konon kebudayaan suku Maya sedang menurun. Perihal gaya arsitektural, pada zaman itu memang bangunan batu sudah common, hanya dari yang saya baca, ukiran batu atau relief baru ada di candi-candi di asia termasuk Indonesia. Apalagi menurut BBC bahwa gambar relief Borobudur itu “advance” pada masanya karena bergambar 2D tapi terkesan 3D.. utk masa itu tentu butuh kebudayaan ilmu yg tinggi ๐Ÿ™‚ – Bisa jadi info saya kurang lengkap.. monggo dilengkapi ๐Ÿ™‚ Thanks euy

  2. Oh iya.. jika candi2 Indonesia itu dianggap sbg perkembangan candi di India.. setahu saya itu belum confirm ๐Ÿ™‚ karena peneliti sendiri yakin bahwa karakter candi di Indonesia dgn India berbeda.. walaupun keduanya sama2 berlatar belakang budaya Hindu

  3. viking kan di bagian atas. eropa ngga cuma viking, yunani terlebih romawi saat itu sudah memiliki kebudayaan tinggi. 2 bgs itu sudah ada di jaman isa al masih artinya sudah ada di abad pertama bahkan sebelum masehi. eropa sendiri juga berasa dari mitos yunani.

    memang benar mengenalkan candi memang harus dari kecil. ngga usah jauh ke lokasi candi. ke museum dulu melihat arca2 di sana. pelajari sejarahnya dulu. baru dari situ lebih enak mengeksplorasi candinya. jadi ngga sekedar dateng ke candi, lihat2, foto2 terus pulang (ini banyak yg gw lihat disana).

    gw sendiri produk yang dikenalkan candi sejak kecil oleh orang tua. kebetulan juga sudah melahap cerita bergambar ra kosasih seperti mahabarata, ramayana dll. pas ke candi2 jawa tengah sih seneng banget. pas ke candi2 jawa timur jadi ngga semangat. padahal gw lebih sering di bawa ke sana terutama malang, mojokerto dan blitar. gw waktu itu tertarik di jawa tengah karena selain bentuknya lebih megah dan kebanyakan dibangun dari batuan andesit tapi di reliefnya masih nyambung sama yang gw baca waktu kecil.
    belakangan ini gw lebih tertarik ke candi2 jawa timur…karena selain penasaran dengan sejarah majapahit juga penasaran dengan relief yang ada di sana yang bikin tercengang pas gw baca di internet.
    karena suka sama candi jadi salah satu alasan kenapa gw sempet ‘maen-maen’ ke bagan, myanmar dan siem reap, kamboja.

    oh iya di FB sendiri ada grup yang ngajak kita untuk blusukan ke candi2 terutama candi yang kurang populer. gw sih ngga aktif tapi dari sana gw sering dapat informasi tentang candi. silakan bila berminat untuk gabung di Bol Brutu

  4. Wah makasih lagi infonya mas Aswin.. ๐Ÿ˜€ overall misi dari tulisan ini memang bukan pembuktian sejarah secara presisi akan tetapi lebih kepada “colekan” atau teaser atas kebudayaan Indonesia yaitu candi.

    Info yang saya ambil memang jelas tidak mendalam dan spesifik, kenapa? saya khawatir pembaca sulit mengunyahnya, makanya lebih kepada pancingan dan membuat penasaran ๐Ÿ™‚ makanya diartikel barusan saya tekankan “story” atau cara bercerita agak menarik.

    Perihal data, terus terang saya cuma ambil secara umum dari BBC yang saya infokan sebelumnya, berjudul “Borobudur – Indonesia The Lost Temple of Java”, mereka memang tidak menjelaskan spesifik tahunnya akan tetapi argumen peneliti mengatakan apa yang saya ceritakan tadi ๐Ÿ™‚ bisa jadi mereka salah, akan tetapi “kisah” yang mereka ceritakan cukup menggugah saya yang sebelumnya kurang begitu peduli dengan candi-candi :D… anyway.. salut buat grupnya mas.. top!

Leave a Reply