John Martono: Melukis Bukan Di Kanvas, Tapi di Kain Sutera

Melukis memang tidak selalu harus di kain kanvas. Namun melukis di atas kain sutera nampaknya adalah hal baru, unik, dan membutuhkan kemampuan teknis khusus dalam mengolah jenis kain yang khas ini. Bagi John Martono, medium kain sutera justru memberikan ciri dan ekspresi tersendiri.

John Martono memang seorang desainer tekstil, tidak heran jika semua karyanya sangat terkait dengan keilmuan dan teknis tekstil. John memang lebih dikenal dalam berbagai pameran seni serat dalam bentuk karya tepestri. Bertahun-tahun menjadi dosen tekstil di ITB mendalami berbagai teknis pengolahan kain-kainan ternyata membawa Captain John (panggilan di kampus oleh mahasiswa dan mahasiswinya) menjadikan kain sutera sebagai medium berkaryanya.

IMG_9420-small

Agak unik, karena menurut John sendiri dalam mengolah kain sutera ini tidaklah mudah. Selain bahan kain ini lebih mahal dibandingkan kain kanvas, dalam hal menggunakan cat pewarnanya pun John harus menggunakan cat khusus. Cat ini sangat sulit ditemukan di Indonesia maka John terpaksa membelinya dari luar negeri. Karakter melukis di atas kain sutera pun memiliki teknis tersendiri. John harus melukis dengan posisi frame tertidur, kenapa? Karena menurut John cat yang dioleskan di kain akan segera meleleh ke bawah jika frame lukisan diletakkan berdiri. Kain sutera yang tipis pun akhirnya musti diperlakukan dengan lebih lembut.

Puluhan tahun bergelut di bidang desain tekstil membuat John paham betul dengan teknis pengolahan bahan tekstil. Tidak heran jika di beberapa karya lukisannya, John menggunakan teknik sulam tangan yang terajut rapih menggantikan goresan arsir pinsil. Dalam melakukan teknik sulam ini pun akhirnya John musti dibantu oleh ibu-ibu pengrajin sulam tangan. Tiap jenis sulam para ibu-ibu ini dikategori oleh John dan didistribusikan secara apik di dalam lukisannya. Hasilnya adalah goresan-goresan benang yang indah.

IMG_9416_john

John mungkin adalah satu-satunya seniman lukis yang berlatar belakang S2 Desain Tekstil, desertasi S3-nya pun musti tertunda karena keasikannya membuat karya lukis di atas kain sutera. Semua koleksi karyanya yang dipajang hingga 30 November 2013 di Bentara Budaya Jakarta ini, seolah memberikan nuansa baru dalam khasanah seni lukis kontemporer di Indonesia.

[]

(Foto-foto milik @motulz)

 

Share
  1. captain John says:

    Semua medium lukis mempunyai karakter masingmasing sehingga treatmen dan “sikap”berkarya yang pas sangat diperlukan dalam berkarya dgn medium ini. Intinya aku berusaha memperlakukan medium sesuai dengan kodratnya. Salam penjelajahan dalam seni pak Motul

  2. motulz says:

    mantaf kapten john! šŸ˜€

  3. Happy says:

    Boleh belajar ke studionya ngga nih? Tertarik melukis dengan bahan kain sutra šŸ™‚

  4. captain John says:

    Hari ini saya senang melayani para pengunjung yang berusaha menebak nebak karya. Karya saya. Ya saya cerita tentang story nya. Dari mulai konsep sikap berkarya sampe hal yg paling teknis. Karena ini karakternya beda dengan lukisan cat mimyak cat akrilik dll. Sulaman seperti pak Motul sanpaikan. Sebagai medium drawing. Ngobrol ria soal kekaryaan ini asik. Jadi mereka paham bener akrnya. Bawa ini karya sulam. Manual. Yang melibatkan bnyak orang. Sehingga pengarahan karakternya harus jeli. Demikian sepotong kisah karyaku pak

  5. saipul sr says:

    selamat kapt,…..smoga karya mu di kenal oleh dunia seni..dan dihargai sebagai lukisan terunik….:)

  6. Wirawan says:

    Sukses ya buat Captain John…apa kabar bro? Nama John Martono pernah sangat akrab dengan sy hampir 23 thn lalu, saat itu beliai baru dtg dari Malang…energi seninya luar biasa, saya kagum dgn beliau…yg lain jadi kebanyakan spt lainnya, beliau memiliki kekhasan & novelty.
    Salam daei sohibmu, Wirawan

  7. chiyoaya says:

    great works captain john! I wish to see it live!

  8. silvia herina says:

    apakah pak captain John memberikan kursus melukis? sungguh menarik hasil karya anda

Leave a Reply