Jarod, Tempat Tongkrongan Ngopi A La Manado

image-1-small

Kafe atau Cafe, sudah kita kenal sebagai tempat tongkrongan yang asik. Dibanyak kota, keberadaan kafe memang terkesan sebagai tempat hang-out yang bisa menguras kocek,  akan tetapi beda halnya dengan sebuah tempat tongkrongan ngopi di Manado, dikenal dengan sebutan Kafe Jarod. Pemiliknya bernama Jarod? Bukan..Jarod hanyalah kependekan dari “Jalan Roda”, ya memang ini berawal dari sebuah jalan kecil di tengah kota Manado yaitu Jl.Roda. Di sepanjang jalan ini dipenuhi warung kopi, mie rebus, dan makanan lainnya. Bentuknya bukan seperti kafe-kafe mewah dan mahal melainkan hanya jejeran warung kopi yang hangat, akrab, dan murah meriah. Berbeda pula dengan kafe-kafe mahal, warung kopi di Jl. Roda ini tidak buka sampai larut malam, karena jam 19.00-an warung-warung ini sudah tutup. Kenapa demikian?

image-8-small

Dari banyaknya pengunjung di tempat ini, kami berkenalan dengan Pak John dan Pak Tony, yang rela menyisihkan waktunya untuk menceritakan awal mulanya jalan ini sehingga menjadi sebuah tempat ngopi yang asik. Jl. Roda, sebuah jalan kecil yang memiliki kisah besar dalam membangun budaya “toleransi” di Manado. Awalnya jalan kecil ini digunakan sebagai tempat berkumpul (meeting point) pada pedagang-pedagang yang datang dari gunung-gunung sekitar Manado. Mereka datang membawa barang dagangannya dengan gerobak sapi. Setibanya di Jl. Roda mereka bertransaksi hingga siang hari. Setelah itu mereka saling bergurau dan bersantai-santai sambil menikmati kopi dan makanan-makanan kecil.

image-small

Sejak itulah fungsi Jl. Roda menjadi semacam tempat berkumpulnya semua masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama. Ada yang datang dari Minahasa, Sanger, Gorontalo, orang Islam, kristen, semuanya duduk berkumpul dan santai mengobrol dengan sajian kopi panas dan itu terjaga hingga hari ini. Tak heran jika pemkot Manado pun akhirnya menjadikan Jl. Roda ini sebagai tempat yang layak dikunjungi oleh wisatawan.

image-7-small image-4-small image-5-small

Hal yang menarik lainnya adalah, bahwa keberadaan kafe-kafe moderen di Manado tidak mematikan keberadaan Warung Kopi Jalan Roda ini. Masing-masing semacam sudah punya keunikan dan ke-khas-annya tersendiri. Justru keduanya malah saling melengkapi sebagai daya tarik wisatawan yang datang ke Manado.

[]

(Foto-foto milik @motulz)

Perjalanan #TelusurNusantara ke Manado ini persembahan AirAsiaGo Indonesia

photo-small

Share
  1. mumun indohoy says:

    Ga semua kota ada area seperti ini ya. Tapi kenapa yang Manado bertahan ya?

    • motulz says:

      Kayaknya sih gara2 dipake kongkow oleh para tetua2.. trus diperbaiki sama pemda.. trus jadi tempat wisata deh 😀

  2. firman says:

    Beda kota beda stylnya, jika dimanado warkopnya berada di satu jalan, di makassar beda lagi warkopnya hampir di setiap jalan, bahkan ada yang buka sampai 24 jam, kalo tidak salah warung begadang namanya.

Leave a Reply