Penjahit Yang Tidak Sekedar Menjahit

Dalam bidang pekerjaan, kreativitas seringkali dituduh hanya dimiliki oleh segelintir kelompok yang bekerja di bidang industri kreatif saja, seperti advertising, musik, film, atau dunia seni. Padahal pada faktanya kreativitas itu adalah kemampuan naluriah semua manusia. Hanya saja ada yang menggunakannya, ada banyak pula yang tidak menggunakannya.

Kemampuan kreativitas itu dimiliki setiap orang. Termasuk dimiliki setiap keprofesian. Salah satu sifat atau karakter dari kreativitas adalah ketekunan. Ini cerita tentang Pak Prapto Dimulyo, di usianya yang sudah sepuh masih nyaman dan tekun menjalani profesinya sebagai penjahit. Bukan penjahit besar dan sekelas konveksi atau garmen, melainkan penjahit pinggir jalan dengan kios mungil yang unik.

Kios Pak Prapto ini sangat unik, yaitu sebuah mobil Fiat 1100 keluaran tahun 1963, yang sering disebut “mobil inspektur vijay”. Menurut Pak Prapto – yang nama mudanya adalah Suwandi, mobil ini sudah menemaninya sejak ia remaja. Masa remaja Pak Prapto adalah seorang guru, lalu karena ada kendala maka ia alih profesi untuk pekerja di pabrik garmen milik seorang taipan Tiongkok. Dalam sebuah renungannya, Pak Prapto terbesit ingin membuat usaha sendiri, usaha mandiri, sendiri saja, maka mulailah membuat kios jahit bernama “EKA” (satu atau sendiri).

Berlokasi persis di tepi luar Pasar Santa Jakarta Selatan, Pak Prapto masih asik dan santai menjahit. Kerjaan menjahitnya kini hanyalah mengisi waktu saja, tidak ngoyo dan tidak dikejar-kejar target. Anak Pak Prapto – Mas Wahyudi, kini sudah memiliki kios tas dan jaket di dalam Pasar Santa, begitu pun isterinya yang membuka usaha jahit khusus busana wanita. Dari menjahit terus menurun ke generasi menjahit lainnya, merupakan sebuah bukti dari keyakinan Pak Prapto, yaitu ketekunan.

Menjelang shalat Ashar, cucunya pun datang membawa sebotol air mineral. Kompensasinya, sang cucu mengambil beberapa uang receh dari kaleng biskuit monde, kemudian berlari mencari tukang jajan. Sang kakek – Pak Prapto, cukup maklum dan tertawa melihat cucunya yang gemar menemani sang kakek bekerja. Nyaman dan aman, karena tempat tinggal Pak Prapto pun tidak jauh dari lokasi jahitnya itu.

Share

Leave a Reply