Saat Batu Memiliki Nilai Seni dan Nilai Spirituil

Sebongkah kecil batu, yang tidak sengaja ditemukan di kebun, ternyata bisa membuat heboh satu kampung. Cerita semacam ini sudah sering kita dengar di negeri ini. Fenomena batuan ini bukan fenomena yang bisa dibahas dengan ilmu geologi melainkan dengan ilmu spiritual. Bagaimana bisa?

Saat jalan-jalan ke pegunungan atau pantai, kita sering menemukan batu alam yang indah sekali. Baik bentuk, tekstur, atau warnanya. Keindahan batu-batuan ini memang sudah terjangkit di seluruh pelosok dunia dan terjadi sudah berabad-abad lamanya. Batuan bukan sekedar indah saja melainkan diyakini juga memiliki kekuatan bagi si pemiliknya.

Di Indonesia, budaya batuan ini nampaknya menyebar pula di banyak pelosok negeri. Keyakinan atas kekuatan batuan ini sudah bukan menjadi komoditi masyarakat bawah saja melainkan hingga ke masyarakat kelas atas, pejabat, bahkan pemuka agama. Batuan diyakini memiliki semacam kekuatan yang tak tampak (kasat mata). Kekuatan batuan ini diyakini pula akan ampuh jika si pemilik atau pemegang batu ini memiliki kecocokan dengan jenis batu. Jadi tidak serta-merta setiap orang dapat mendapatkan khasiat dan kekuatan yang sama dari sebuah batu.

Mendengar percakapan para penggemar batuan ini, jenis batu sangat mempengaruhi khasiatnya. Begitu pula tanggal lahir dan riwayat kesehatan si pemilik atau pemegang batu. Jika ingin dijadikan dalam bentuk cincin, maka “iketan” atau bahan material cincin yang digunakan sebagai pemegang batu pun harus cocok. Misalnya bahan logam tembaga, alumunium, besi, emas, perak, dan seterusnya. Untuk semua kecocokan ini tentu saja di komunitas pecinta batu-batuan ini ada ahli atau pakar-pakarnya.

Batu-batuan ini memang layak dipajang sebagai hiasan di rumah mengingat bentuknya yang bagus tadi. Tapi siapa sangka, untuk banyak orang batu-batuan ini justru memiliki keindahan dan kekuatan yang tidak tampak. Mahal dan murahnya batuan pun akhirnya ditaksir dari nilai yang tidak tampak tadi. Nilai suka – tidak suka, nilai cocok – tidak cocok, pas – tidak pas, atau untung – sial? Bagaimana dengan nilai sugesti? Entahlah, bagaimana pun ini merupakan salah satu seni budaya bangsa kita.

(Foto-foto milik @motulz)

Share
  1. akbarrafs says:

    duh, pas pertama kali baca judulnya, saya kira batu nisan kuno, soalnya kami punya komunitas di Aceh yang mencari situs-situs batu nisan kuno, yang dapat menceritakan sejarah Aceh

  2. motulz says:

    wow! menarik sekali mas? Kalau ada yang bisa di share di sini, boleh lho 🙂

Leave a Reply