Slankers: Barometer Konser Musik Indonesia

Tidak berlebihan jika kita menjadikan penonton fanatik grup band Slank – yang disebut Slankers, sebagai barometer acara konser musik Indonesia. Bagaimana tidak, sudah banyak catatan yang menyebutkan bahwa kehadiran para Slankers ini selalu dan terus mengisi barisan depan penonton konser musik di Indonesia.

Dalam sebuah hajatan konser musik di Indonesia penonton adalah bagian terpenting. Tidak kalah repotnya dalam persiapan sebuah konser, panitia bukan cuma sibuk mempersiapkan fasilitas untuk grup band, melainkan juga untuk penonton fanatik. Penonton musik fanatik itu bukan penonton biasa, bukan penonton yang datang ke tempat konser sebagai hiburan biasa. Penonton fanatik adalah mereka yang hadir ke sebuah konser musik bagaikan sebuah kegiatan ritual yang mencari kepuasan spiritual.

Slankers, adalah penonton fanatik konser grup band Slank. Kenapa harus disebutkan penonton fanatik? apa bedanya dengan penggemar fanatik atau fans? Slank memang sebuah band besar, yang memiliki penggemar sangat banyak dan cukup massive. Tidak cuma di Indonesia bahkan di banyak kota di dunia. Mereka memang fans layaknya penggemar dari sebuah grup band. Akan tetapi, kelompok  penonton fanatik ini agak berbeda dari sekedar penggemar. Mereka bukan cuma pendengar setia lagu-lagu Slank, namun mereka punya semacam kepercayaan dan loyalitas untuk wajib hadir dalam setiap pertunjukkan musik Slank.

Kelompok Slankers ini bagaikan kelompok pengajian, mereka datang sukarela dan mandiri dari banyak daerah di Indonesia yang kemudian semacam wajib mengibarkan bendera Slankers daerahnya di lokasi konser. Berkibar atau terpampangnya bendera kedaerahan mereka ini menjadi sebagai “absensi” dan penanda bahwa mereka hadir di lokasi.

Kenapa disebut barometer? Karena kehadiran para Slankers ini bukan saja hadir pada konser musik tunggal Slank saja, melainkan juga di acara festival musik, yang mana grup band yang main tidak cuma Slank tapi bersama grup band lain. SoundrenAline, selama 12 tahun melakukan perhelatan musik di Indonesia, selalu dipadati oleh para Slankers. Hampir bisa diumpamakan, siapa pun band yang tampil, penontonnya pasti ada Slankers. Darimana tahunya? Ya karena para Slankers mengibarkan bendera mereka tepat di garis depan bibir panggung. Kehadiran para Slankers bisa terlihat mulai dari luar lokasi, area penonton, dan area di depan panggung.

Tak heran jika panitia SoundrenAline, harus melakukan persiapan dan antisipasi maksimal atas kehadiran para Slankers ini. Bahkan sebuah mobil pemadam kebakaran pun disiapkan di tepi panggung bukan saja untuk keamanan melainkan untuk menyemprotkan air segar ke para Slankers yang mulai kegerahan.

Slakers adalah fenomena, kehadiran mereka di dalam dunia musik Indonesia tidak bisa terabaikan. Mereka adalah penggemar setia dan fanatik Slank yang rela melakukan pengorbanan demi hadir menonton band yang bukan sekedar idola tapi juga mewakili ideologi mereka. Seperti yang tergambarkan dari Mars Slankers ini:

Di sini tempat cari senang
Salah tempat kalo kau cari uang
Di sini orang-orang penuh kreativitas
Tempat orang-orang yang terbaik.

Di sini bukan anak-anak malas
Tempatnya para pekerja keras
Di sini bukan anak-anak manja
Sedikit kerja … banyak mintanya

Kerja … kerja … ayo kita kerja …

[]

(Semua foto milik @motulz)

 

Share
  1. bayubiru says:

    That’s why Slank Gak Ada Matinya 😀

  2. […] janjian untuk saling bertemu, beranjangsana, lepas kangen, atau sekedar ngopi dan nongkrong bareng. Slankers – penggemar berat band Slank, sudah pasti menjadikan ajang ini sebagai sebuah ritual yang […]

Leave a Reply