Kreatif: Extra Baggage Di Angkot Padang

Ide kreatif memang bisa ditemukan di mana saja oleh siapa saja. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah saat saya berlabuh di Pelabuhan Bungus Padang Sumatera Barat.

Sepulangnya saya berkunjung ke lokasi relawan kesehatan masyarakat Pencerah Nusantara di Sikakap Mentawai, saya turun dari kapal angkutan ferry Kmp. Ambu-Ambu, rute Sikakap Mentawai – Pelabuhan Bungus Padang dan menemukan hal unik dari mobil-mobil angkutan umum yang siap mengangkut penumpang yang baru saja turun dari kapal. Kapal ini memang tiba pagi-pagi sekali, sekitar pukul 06.00 pagi, sehingga alternatif angkutan umum pun masih sangat minim. Salah satu angkutan yang umum terlihat adalah semacam angkot dengan mobil yang lebih besar dari angkot Bandung atau Mikrolet Jakarta. Jika di Bandung, jenis angkutan ini mungkin lebih dikenal dengan nama “elf” (elep).

Sang supir nampaknya sadar betul bahwa setiap penumpang yang baru turun dari kapal ferry, selalu membawa banyak bagasi atau tas. Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, para supir elep ini memodifikasi bagasi belakang mobil Colt tipe L-300 ini menjadi bagasi yang bisa terlipat. Entah siapa yang menemukan dan memulai ide ini akan tetapi menurut saya sangatlah menarik.

Ide simpel ini bisa diperbaharui secara desain agar lebih kuat, efektif, dan komprehensif secara desain mobil. Atau bahkan bagi industri karoseri otomotif lokal bisa dijadikan bahan studi desain dan modifikasi untuk kendaraan sejenis dengan konsep ekstra bagasi (extra baggage). Apalagi mobil jenis minibus seperti ini hampir semua bagasinya memang terdesain berkapasitas kecil. Solusi para pemilik angkot elep ini lah solusinya.

Ada pabrik karoseri lokal yang tertarik mencoba?

[]

(Foto-foto milik @motulz)

Share

Leave a Reply