Kerennya Simbol Kerajaan di Maluku Utara

Tidak banyak yang suka memperhatikan indahnya desain dari sebuah simbol lokal. Salah satu yang saya temukan di Ternate adalah simbol konfederasi empat kerajaan besar di Maluku Utara.

Misi awalnya adalah mengunjungi Kota Ternate untuk mempelajari kisah sejarah rempah, terutama Cengkeh dan Buah Pala dan kaitannya dengan sejarah berdirinya republik ini. Misi ini merupakan inisiatif yang baik sekali dari program Mahakarya Indonesia yang diprakarsai oleh Dji Sam Soe. Namun yang akan dibahas di sini bukanlah tentang rempah-rempah, melainkan sebuah simbol yang kami temukan di kediaman Sultan Ternate, yang dikenal dengan nama Kedaton Ternate.

Berawal saat kami sadar bahwa banyak sekali simbol burung berkepala dua ini menjadi elemen pada banyak perabotan di dalam istana. Mulai dari benda kecil seperti gambar di gelas dan piring, hingga perabotan seperti kursi makan, kursi singgasana, hingga bendera. Akhirnya kami bertanya kepada Pak Shaleh, salah satu kepala rumah tangga Kedaton Ternate ini.

Dijelaskan, bahwa simbol burung berkepala dua ini memiliki kisah panjang dan nilai yang tinggi dalam sejarah kerajaan-kerajaan di Maluku Utara. Jadi awal mulanya simbol ini lahir akibat dari sebuah pertemuan besar dari 4 kerajaan di Maluku Utara, yaitu:

  1. Kerajaan Gapi / Ternate
  2. Kerajaan Duko / Tidore
  3. Kerajaan Tuanane / Moti
  4. Kerajaan Kie Besi / Makian

Sesuai hasil konfederasi empat kerajaan ini pada tahun 1322 di Tuanane Moti, maka terbentuklah Kerajaan “Moluku Kie Raha” dengan simbol burung Garuda berkepala dua ini. Mengapa kedua sayap dan hati menghadap ke bawah itu mengartikan bahwa mereka harus cinta ke rakyat dan melindungi mereka yang ada di bawah (rakyat).

Yang menarik di sini adalah desain simbol burung kepala dua – yang dalam bahasa Ternate-nya adalah “Goheba Madopolo Romdidi”, sangat bagus sekali. Artinya sebagai kota yang sangat ramah dan terbuka dengan pariwisata, tentu simbol “Goheba” ini bisa dengan bagus menjadi elemen desain pariwisata Ternate. Jadi tidak melulu cuma Cengkeh dan Buah Pala. Baik menjadi elemen pada desain tshirt, stiker, pin, kalung, dan seterusnya. Semoga dengan adanya simbol ini menambah semaraknya gimmick wisata di Ternate

 

Share
  1. amri sanjaya says:

    seperti simbol kesultanan bima/mbojo apakah ada korelasi dengan wilayah2 lain di ntb dll

Leave a Reply