Fenomena Batu Bacan

IMG_1078-small

Di Jakarta mendadak bermunculan pedagang dan pengolah batu cincin. Pedagang dan penggemar batu cincin jelas bukan hal baru di Jakarta, rasanya sudah ada sejak puluhan tahu lalu. Namun kali ini kehebohannya khusus diakibatkan oleh sebuah batu, Batu Bacan.

Batu Bacan – yang berarti batu yang berasal dari Pulau Bacan Maluku Utara, mendadak menjadi topik perbincangan khusus para penggemar batu cincin sejak Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memberikan batu cincin ini sebagai  kenang-kenangan kepada Presiden Amerika Barack Obama. Sontak keberadaan jenis batu cincin ini menjadi perbincangan hangat dan makin memanas di anatara banyak penggemar batu cincin. Yang menjadi unik adalah akibat dari Batu Bacan ini, kini bermunculan pula penggemar atau pemain batu yang sebelumnya tidak terlalu tertarik.

Mas Eko, seorang karyawan perusahaan rokok H.M. Sampoerna di Ternate menjelaskan bahwa dirinya bukanlah penggemar batu cincin, namun karena ketidaksengajaannya mengantar bapak mertua melihat-lihat Batu Bacan, maka di sejak itulah Mas Eko terpukau dan terpikat membeli Batu Bacan. Alasannya ada dua, ada alasan sederhana, ada juga alasan yang sangat rumit untuk dijelaskan. Alasan sederhananya adalah bahwa Batu Bacan ini memliki warna yang bagus sekali. Apalagi ternyata Batu Bacan ini mengalami proses perubahan warna jika batu sering terkena panas tubuh manusia. Menurut Mas Eko batu cincin yang ia kenakan itu aslinya berwarna hijau dengan flek-flek hitam, namun karena sering dikenakan maka warna batu cincinnya sekarang utuh berwarna hijau kebiruan.

Alasan yang tidak sederhana untuk dijelaskan adalah, bahwa batu ini mengandung semacam kutub listrik. Bagaimana menjelaskannya? Ternyata sederhana juga, yaitu mencoba menggesekkan Batu Bacan tadi ke iPhone atau smartphone Android (menjadi semacam stylus / pen mouse ). Jika batu biasa hampir tidak bisa mengaktifkan screen iPhone, sementara Batu Bacan bisa dengan mudah mengaktifkan touch screen iPhone. Bahkan saya pun bisa menggambar di atas screen iPhone dengan Batu Bacan! Apa alasan ilmiahnya? Entahlah. Namun “khasiat” yang bisa terlihat oleh mata ini membuat siapa saja jadi terpikat. Tidak ada magic!

Akibat fenomena Batu Bacan ini, saya pun harus menyempatkan diri berkunjung ke kawasan Jl. Sultan M.Djabir Shah di Ternate, yang menadadak ramai dengan pedagang kaki lima khusus batu-batuan. Tidak cuma Batu Bacan, tapi juga batu lain yang berasal dari pulau lain di Kepulauan Maluku Utara, seperti Pulau Moti, Haltim (Halmahera Timur), dan masih banyak lainnya. Sebuah bentuk kreatifitas yang menarik dan unik dari bukan sekedar sebuah batu.

Share
  1. Jual Bongkahan Batu bacan atau biasa disebut (Chrysocolla chalcedony,Living Stone,Gem silica)
    galian tanjung gulau (pulau kasiruta) halmahera selatan maluku utara

    Kondisi Batu:

    * Natural (no treatment) asli bukan sintetis
    * Bahan tua galian tambang sendiri
    * Keras & Padat
    * Siap Gosok
    * Full daging tanpa kapur
    * Kualitas super krystal
    * Mineral (chysocolla chalcedony)

    Bacan doko super
    -berat 1 ons Rp 500.000
    -berat 5 ons Rp 1.250.000
    -berat 1 kg Rp 2.500.000,setiap pembelian perkilo dapat bonus 1 permata batu bacan.

    Bahan bacan palamea
    -berat 1 ons Rp 500.000
    -berat 5 ons Rp 1.000.000
    -berat 1 kg Rp 2.000,000,setiap pembelian perkilo dapat bonus 1 permata batu bacan.

    Melayani pembelian per kilo dan per ons untuk bongkahan
    Kami juga melayani pembelian luar daerah dan luar kota
    Bagi pecinta bacan yang minat silahkan langsung hubungi/sms

    0856-9677-0072
    ==============
    Invite pin kami :

    5799FC30
    ========

Leave a Reply