Ba.tie.k, Sebab Batik Tidak Hanya untuk Kemeja

Apa yang ada di benak Anda ketika kita berbincang soal batik? Bagi sebagian orang memang batik dianggap masih kolot, tapi bagi sebagian lainnya batik justru dianggap sebagai salah satu jalan untuk mempromosikan Indonesia.

Tentu saja pengembangan ide batik bisa dari mana saja, termasuk dari para anak muda. Justru para pengembang muda bisa menyumbang ide kreatifnya agar batik kian diterima di masyarakat sendiri dan luar negeri.

Salah satu ide unik mengembangkan batik datang dari Larry Handra dengan brand Ba.tie.k-nya. Larry membuat dasi dengan motif batik; jadi batik tidak melulu soal kemeja. Brand yang baru rilis pada Agustus 2015 ini merupakan brand pertama yang khusus membuat dasi dari bahan batik. Tidak ada salahnya kalau kita menyebut Ba.tie.k sebagai suatu inovasi, bukan?

Ide dasi bermotif batik ini berawal dari ketertarikan Larry terhadap keindahan produk batik dan konsep untuk mengembangkan penggunaan batik pada modern lifestyle outfit. Kemudian, mereka mencari tahu bagaimana memasukkan unsur batik terutama pada busana pria yang terbatas dibandingkan wanita.

Menurutnya, Ba.tie.k imemang dibuat khusus untuk pria. Larry menuturkan perempuan mungkin bisa menggunakan batik pada motif baju, kain, hingga tas, sementara itu laki-laki selama ini hanya memanfaatkannya untuk kemeja saja.

Saat ini bahan yang digunakan adalah batik Jawa; batik Cirebon, Jogja, dan Solo. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan tersedia motif batik dari Kalimantan, Papua, dan daerah lainnya.

A photo posted by Ba.tie.k (@batiekid) on

A photo posted by Ba.tie.k (@batiekid) on

Harga dasi keluaran Ba.tie.k juga bisa disesuaikan dengan kantong dan kebutuhan kita. Harga ini disesuaikan dengan bahan yang digunakan; katun (Rp.100 ribu), dobby (Rp.150 ribu), dan sutra (Rp. 200 ribu). Kisaran harga ini juga tentunya disesuaikan dengan pangsa pasar; katun yang biasa digunakan untuk karyawan, dobby yang biasa untuk eksekutif muda, dan sutra yang cocok untuk kaum bapak.

Sambutan atas Ba.tie.k pun tidak hanya datang dari masyarakat dalam negeri. Larry menuturkan kalau sudah banyak pembeli dari luar Indonesia yang tertarik dengan brand. Memang, ke depannya ia berharap agar produk batik dapat dikenal, digunakan, dan dicintai bukan hanya dalam skala nasional tetapi dalam skala internasional.

“Saya mulai Ba.tie.k karena saya orang Indonesia. Menurut saya cinta Indonesia itu bukan sebatas omongan. Kita harus bangga dengan produk sendiri. Caranya adalah dengan menggunakannya. Dengan memperlihatkannya, orang jadi tahu kalau batik adalah keunikan orang Indonesia,” jelas Larry.

Alamat: Pluit Raya 200, Blok III No. 1
Telepon: 0877-7728-0640
Email: batiek.batiek@yahoo.co.id

Leave a Reply