Suara Dari Timur, Papuaku, Papuamu?

Ada banyak cara untuk menyampaikan rasa solidaritas, salah satunya adalah dengan karya…

Tanah Papua memang kaya akan keindahan alamnya, keanekaragaman flora fauna, hingga adat istiadat penduduknya. Hanya saja, Papua juga punya masalah kesenjangan sosial, kekerasan, hingga eksploitasi sumber daya alam yang hingga saat ini masih belum terselesaikan dengan baik.

Jauhnya tanah Papua membuat kita warga kota besar kesulitan mengenalnya dengan baik. Memandang Papua dari kejauhan hanya akan memperpanjang jarak, menjauhkan rasa solidaritas kita terhadap masyarakat sana.

Mungkin memang sulit bagi kita untuk melihat langsung tanah Papua, namun delapan fotografer Tempo ‘membawa Papua’ untuk masyarakat ibukota. Kedelapan fotografer ini menjelajahi beberapa wilayah di Papua dari Oktober-November 2016. Mereka adalah Rully Kesuma, Subekti, Tony Hartawan, Dhemas Revianto, M Iqbal Ichsan, Dian Triyuli H, Frannoto, Pius Erlangga dan Amton Probel selaku koordinator.

Mampir ke Suara Dari Timur, Papuaku, Papuamu? tersebut mata kita dimanjakan dengan gambar-gambar yang sangat terasa unsur tradisionalnya. Di samping itu, kita akan terenyuh dengan realita yang coba disampaikan.

Ibu-ibu di Papua sedang bercengkrama

Potret warga di Papua

Ada 117 foto yang menggambarkan bagaimana semua aspek kehidupan di Papua; mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga agama. Di sepanjang pameran, musik khas Papua pun dilantunkan untuk menambah suasana layaknya berdiri langsung di tanah indah itu.

Salah satu yang membuat saya tersentak adalah visualisasi yang menggambarkan bagaimana perjumpaan budaya antara tradisi dan modernitas. Bagaimana para penduduknya saling bertoleransi; menjaga tradisi sekaligus membuka diri terhadap modernitas.

Bukan hanya sekadar pameran foto, Suara Dari Timur, Papuaku, Papuamu? juga membawa harapan masyarakat Papua tentang tanah kelahiran mereka. Sebuah cara menyampaikan pesan yang menyentuh tanpa adanya kesan paksaan. Salut!

Pameran ini diadakan dari tanggal 27-30 Desember 2016 di Kuningan City.

[]

Leave a Reply