Penjual Gelang Mutiara di Gili Air Yang Ternyata Seorang Guru

Namanya Pak Mustapa (47 tahun), seorang guru di SDN Gili Indah, Gili Air Lombok. Yang sudah lama mengisi hari-harinya dengan berjualan gelang manik-manik di tepi pantai Gili Air.

Tiga pulau yang selalu menjadi incaran para wisatawan dalam dan luar negeri di Lombok adalah Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, Gili Air memang bukan pulau favorit yang sering dikunjungi oleh wisatawan namun siapa yang sangka bahwa dulunya semua penduduk di Gili Trawangan berasal dari Gili Air.

Ada banyak sekali penduduk Gili Air yang pindah tinggal di Gili Trawangan sejak pulau tersebut menjadi magnet bagi para wisatawan asing yang singgah di Bali. Berbeda dengan Pak Mustapa, beliau tetap tinggal menetap di Gili Air, bukan karena tak tertarik dengan industri pariwisatanya melainkan karena tanggungjawab dirinya sebagai seorang guru.

Namun sejak pertumbuhan pariwisata di Lombok makin menggeliat, maka Gili Air pun ikut ramai dikunjungi banyak wisatawan asing dan domestik. Pak Mustapa mengambil kesempatan itu menjadi seorang penjaja gelang manik-manik selepas tugas mengajar. Gelangnya tidak mewah namun cukup menarik bagi para wisatawan yang sedang bersantai di pantai. Pak Mustapa pun tidak segan untuk memodifikasi desain gelang yang sudah ada demi memuaskan pelanggannya.

Pak Mustapa merupakan salah satu contoh bagaimana ia memanfaatkan kreativitasnya sebagai seorang guru untuk merangkai berbagai jenis manik-manik dan mutiara (yang kebetulan dibudidayakan di sekitar pulau) yang kemudian dibuatnya menjadi sebuah kalung yang cantik. Sudah beberapa tahun sejak ia menjalani profesi sebagai penjual kalung yang akhirnya makin mengasah rasa estetika dirinya saat merangkai kalung-kalung baru. Sebaliknya, sebagai seorang guru tentu kemampuan kreativitas Pak Mustapa ini akan memberikan dampak yang baik pula.

Pak Mustapa (paling kiri), bersama guru-guru SDN Gili Indah Gili Air – Foto milik Ibu Yune (Facebook)

 

[]

Leave a Reply