Mengintip isi buku lagu tahun 90an

Hampir setiap orang suka berdendang, baik secara profesional sebagai penyanyi, sekadar penyuka karaoke, atau penyanyi di kamar mandi. Tentunya saat kita menyukai satu lagu baru, ada keinginan kita untuk mencari liriknya. Tujuannya tentu saja untuk bisa menyanyi sambill mendengarkan lagunya.

Mencari lirik tidaklah sulit di jaman serba digital ini. Kita hanya perlu mencari judul lagunya di Google dengan tambahan keyword lyric dan pasti banyak situs yang menyediakannya. Bahkan kalau Anda adalah pemusik, Anda bisa mencari kunci lagu atau tutorial cara memainkan lagu tersebut di YouTube. Sama persis, tanpa perlu sulit-sulit untuk menguliknya.

Namun, pernahkah Anda berada di masa jangkauan internet masih sangat terbatas? Beberapa waktu lalu, saya menemukan buku lagu tahun 90-an; isinya adalah lirik lagu yang sedang populer pada saat edisinya keluar.

Bukunya kecil, hampir mirip buku saku. Kendati demikian, ada puluhan lirik lagu yang diketik rapi di buku tersebut. Tanpa gambar penyanyinya dan satu-satunya gambar hanya diletakkan di cover depan atau cover belakang buku lagu tersebut.

Melihat buku ini, saya jadi teringat soal buku lagu yang muncul di sekitar awal tahun 2000an. Bisa jadi ini adalah pengembangan dari buku lagu tahun 90-an yang saya temukan sebelumnya.

Kalau buku lagu tahun 90an hanya berisi teks lagu, buku musik di tahun 2000-an bisa dikatakan hampir mirip majalah. Kadang ada yang menyertakan satu profil band dan biasanya di setiap naskah lagu ada gambar penyanyi dan band yang membawakan lagunya.

Oh iya, biasanya buku lagu di tahun 2000-an pun sudah dilengkapi dengan kunci gitar. Jadi, buku lagu itu semacam jadi kitab bagi para pemusik untuk bisa bermain andal layaknya idola mereka. Saya pribadi, sebagai orang yang hobi main musik, adalah sebuah kebanggan bisa menenteng buku musik itu kemana-mana. Kesannya jadi sangat ‘anak musik’.

Hadirnya internet yang kini mudah diakses siapa saja kemudian menyingkirkan buku musik ini. Kita jadi dimudahkan untuk mencari lirik dan chord. Bahkan aplikasi deteksi lirik yang terhubung dengan music player di smartphone sangat membantu. Seketika lagu dimainkan, lirik akan muncul di hadapan kita.

Coba bayangkan, saat kita hanya tahu liriknya dan ingin tahu judul lagunya. Dulu kita harus mencari di berbagai buku musik sementara kini, kita hanya perlu mengetik lirik yang diingat di Google dan lagu yang kita cari pun muncul.

Para pemusik pun jadi lebih dimanjakan. Tak perlu lagi mendengarkan lagu terus menerus untuk mencari kuncinya, semua telah tersedia di Google. Hanya saja, bukannya ini hanya akan membuat para pemusik kehilangan sense ‘mencari kunci’ mereka? Tanpa sadar, kita pun jadi orang yang selalu bertanya “Ini kuncinya apa?”

Jadi bagi para pemusik, kapan terakhir kali Anda merasakan sensasi ngulik lagu?

Leave a Reply