Kue Keranjang, Simbol Kemakmuran saat Imlek

Suasana Imlek tidak akan lengkap tanpa kehadiran kue keranjang. Ya, kue keranjang inidigunakan mulai sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang Imlek, dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek.

Disebut kue keranjang karena memang biasanya dicetak dalam sebuah keranjang bolong kecil. Biasanya kue yang dibuat setahun sekali ini juga desbut sebagai dodol cina, yang merujuk pada suku pembuatnya yaitu orang-orang Tionghoa. Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil kue keranjang adalah Tangerang, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Rupanya kue ini merupakan hidangan yang dipercaya bisa menyenangkan dewa Tungku yang bertugas membawa laporan kepada raja Surga. Bila dewa Tungku sudah senang, makan dipercaya laporan kepada raja Surga pun akan berisi hal yang baik-baik.

Sebenarnya, semua makanan yang disajikan saat Imlek punya makna positif masing-masing, termasuk kue keranjang. Kue yang memiliki nama asli Nian Gao atau Ni-Kwe ini biasanya dinikmati sebelum menyantap nasi, sebagai suatu pengharapan agar selalu beruntung dalam pekerjaan sepanjang tahun.

Untuk penyajiannya, biasanya kue keranjang disusun tinggi; makin ke atas makin mengecil. Ini dilakukan untuk memberikan makna peningkatan dalam hal rejeki atau kemakmuran. Namun, ada pula yang menyebutkan kalau susunan ini berasal dari kata Nian Gao yang penyebutannya hampir mirip dengan kata ‘tinggi’ dalam bahasa Cina.

So, itu dia fakta menarik seputar Kue Keranjang! Bila Anda ingin mencari kue keranjang enak, silakan mampir ke daerah Pecinan (Glodok) untuk hunting aneka kue keranjang. Jangan lupa, sajikan bersama teh hangat!

[]

Diulas oleh: Toshiko Potoboda

Leave a Reply