Cokelat Valentine, Bermula dari Inovasi Packaging Cadbury

Sebagaimana kita tahu, Valentine identik dengan cokelat. Percaya atau tidak, relasi antara cokelat dengan valentine digagas pertama kali oleh satu orang. Adalah Richard Cadbury yang menjual cokelat berbentuk hati pertama kalinya Ia memanfaatkan sifat afrodisiak (makanan yang bisa menimbulkan perasaan gembira dan jatuh cinta) pada cokelat dan menuangkannya ke dalam inovasi packaging yang unik. Penasaran? Coba simak dulu di bawah ini!

Tidak heran kalau Cadbury bisa bertahan hingga lebih dari seratus tahun. Pasalnya, keluarga Cadbury pandai berinovasi serta mengambil langkah jitu untuk perusahaannya. Ia pun berhasil mengubah citra cokelat dari makanan mewah, menjadi makanan yang bisa dinikmati siapa saja.

Pada tahun 1824, John Cadbury mulai menjual teh, kopi, dan minuman coklat di Bull Street di Birmingham, Inggris. Pada tahun 1831, ia memindah lokasi produksinya ke sebuah pabrik di Bridge Street dan mulai menyasar ke konsumen kelas atas, karena tingginya biaya produksi.

John Cadbury kemudian bermitra dengan saudaranya, Benjamin Cadbury, dan perusahaan mereka diberi nama “Cadbury Brothers”. Mereka membuka sebuah kantor di London, dan pada tahun 1854, mereka menerima Royal Warrant sebagai pengolah coklat dan kakao resmi untuk Ratu Victoria. Perusahaan ini sempat mengalami penurunan pada akhir dekade 1850an.

Anak John Cadbury, Richard Cadbury dan George Cadbury mengambil alih perusahaan ini pada tahun 1861. Dua bersaudara ini memutuskan untuk berfokus untuk mengolah cokelat, dan tidak lagi mengolah teh dan kopi, dan juga diikuti dengan meningkatkan kualitas hasil produksi cokelat mereka.

Nah, hubungan antara cokelat dengan hari valentine sepenuhnya terjadi karena kebetulan semata. Sebenarnya, ratu Victoria menjadikan hari valentine sebagai sebuah perayaan sejak tahun 1837. Pada tahun 1861, saat Cadbury sudah fokus mengolah cokelat, mereka membuat packaging cantik berbentuk hati dengan hiasan cupid dan mawar.

Tempat yang indah ini menjadi sebuah terobosan karena setelah cokelat dimakan habis, kotaknya masih dapat digunakan sebagai penyimpanan bagi benda-benda lain. Bentuk unik itu pun menjadi pilihan bagi pasangan kekasih untuk saling memberikan cokelat.

Cokelat mulai berkembang dan semakin identik dengan valentine ketika pada tahun 1907, Hershey membuat cokelat manis dalam bentuk tetesan air mata dan diberi nama sebagai “kisses”.

So, ternyata inovasi packaging dan bentuk cokelat adalah kunci mengapa cokelat jadi identik dengan valentine. Oh ya, sebagai catatan tambahan; gagasan cokelat untuk valentine sebenarnya sudah ada sejak era masuknya cokelat ke Eropa pada sekitar tahun 1600-an. Pada saat itu Madame du Barry yang merupakan istri dari raja Louis IV memberikan minuman cokelat pada suaminya sebagai stimulan. Pada saat itu cokelat hanya dinikmati oleh anggota kerajaan sebagai makanan mewah dan salah satu simbol cinta.

[]

Diulas oleh: Toshiko Potoboda

Leave a Reply