Budayakan Menonton Film Indonesia Dulu Sebelum Menilai

Apa yang terlintas di benak Anda bila kita berbincang soal film Indonesia? Mungkin masih banyak statement negatif yang melintas di pikiran kita. Tanpa sadar, statement inilah yang membuat kita jadi malas menonton film Indonesia di bioskop.

Bayangkan saja, dilansir dari Bisnis Indonesia, Corporate Secretary Cinema 21 Catherine Keng mengungkapkan, dari 124 judul film Indonesia yang beredar di jaringan 21 pada 2016, hanya 8% dari total film yang mampu meraih lebih dari angka 1 juta penonton. Adapun, 6% diantaranya meraih angka 500.000 – 1 juta penonton.

Kendati demikian, ada yang perlu disyukuri bahwa sebenarnya jumlah penonton film Indonesia makin meningkat. Di 2016, jumlah penonton film Indonesia mecapai 34,5 juta penonton. Angka ini meningkat lebih dari 100% dari jumlah penonton film Indonesia di 2015, yakni 16,2 juta penonton.

Beberapa waktu lalu, Motzter berbincang dengan Padri Nadeak, Director of Photographer Jakarta Undercover di sela-sela acara nobar mereka. Ia menggarisbawahi kalau para pembuat film di Indonesia punya beban lebih ketika berhadapan dengan stigma para penonton di Indonesia.

Baca juga: Masih Ada yang Mampir ke Sinematek, Tempat Restorasi Film Indonesia?

“Kadang kala dari keseluruhan film, yang dihighlight hanya adegan-adegan tertentu, yang mana sebenarnya tidak merepresentasikan film itu dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga sempat berkisah tentang perjuangan para pelaku industri film di Indonesia untuk mendapatkan spot tayang film mereka. Biar bagaimana pun, para pelaku industri film ini juga harus bersaing dengan film-film dari luar negeri lainnya.

“Saya ingat sekali, dulu 21 Slipi Jaya adalah bioskop yang punya waktu tayang lumayan lama untuk film-film di Indonesia. Di tempat lain mungkin dua tiga minggu sudah turun, tapi di Slipi Jaya itu masih ada. Semua balik lagi ke antusias penontonnya. Kalau dilihat penontonnya sepi ya dengan mudah diganti film lain,” tutur Padri Nadeak.

Sumber foto: Kompasiana

Laki-laki yang kerap disapa Ucok ini juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyayangkan bila masyarakat terlambat menyadari kualitas sebuah film, apalagi yang diproduksi anak bangsa sendiri. Ini juga yang kerap menjadi masalah para pembuat film di Indonesia.

“Kita sering banget menemukan kalau penonton telat. Mereka baru bilang itu bagus setelah filmnya turun dari bioskop. Padahal kita semua tahu kalau menonton film di bioskop adalah dukungan terbesar akan kemajuan film Indonesia juga. Semoga ke depannya, masyarakat nggak mikir negatif duluan. Nonton saja dulu baru kemudian menilai,” jelasnya.

Jadi, tidak ada salahnya kan untuk nonton film Indonesia di bioskop? Sekarang sudah banyak kok film-film Indonesia berkualitas yang layak jadi tontonan Anda dan keluarga.

Dari data filmindonesia.or.id saja sudah ada 10 film Indonesia yang meraih lebih dari 1 juta penonton, di antaranya Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! yang menyumbang 6.858.616 penonton. Tak heran film ini jadi film terlaris sepajang sejarah perfilman nasional.

Selain itu ada pula Ada Ada Dengan Cinta 2 dan My Stupid Boss, yang masing-masing menarik lebih dari tiga juta penonton. Film Hangout dan Rudy Habibie masing-masing juga meraih lebih dari 2 juta penonton. Sementara, lima film lainnya menyumbang lebih dari 1 juta penonton.

Kalau para pelaku industri film di Indonesia sudah berjuang keras membuat film-film berkualitas, ini saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia turut andil dengan menonton karya mereka di bioskop. Selamat menonton!

[]

Tulisan oleh: Toshiko Potoboda

Leave a Reply