Pilih Baca Buku CETAK atau e-Book?

Di jaman serba canggih, kita diperhadapkan dengan membaca tulisan di layar. Mulai dari pesan, surel, tweet, hingga status atau caption di media sosial. Kadang mata kita pun jadi lelah, tapi lama kelamaan kita jadi terbiasa untuk melihat text di layar gadget kita.

Tidak hanya soal membaca hal-hal yang terjadi di media sosial, bagi sebagian orang membaca buku digital atau e-book jadi pilihan yang memudahkan. Kehadiran e-book lebih menawarkan kepraktisan bagi para penggunanya. Bayangkan, saat kita travel berminggu-minggu dan rasanya ingin membawa banyak buku favorit untuk menikmati perjalanan. Tentu saja kita harus menambah beban ekstra dengan buku-buku ini; berbeda dengan puluhan bahkan ratusan e-book yang bisa dimasukkan ke dalam sebuah gadget. Ringkas, tanpa beban berat!

Banyak yang kemudian memperkirakan kalau semuanya memang akan jadi digital, termasuk buku. Rupanya, tidak juga! Walaupun memudahkan, ternyata antusiasme e-book tidak bisa dibilang akan menggantikan sensasi membaca buku fisik. Dilansir dari Guardian, selama tahun 2015 penjualan buku elektronik di lima publisher besar di UK mengalami penurunan.

Padahal menurut sebuah tulisan yang dibuat Progam Studi Editing Unpad, di tahun 2010 berbagai distributor perpustakaan di Amerka sudah mulai menawarkan e-book dan gerakan besar di industri perpustakaan mulai serius memeriksa persoalan yang berkaitan dengan pinaman e-book. Tapi tetap saja di perjalanannya, setalah lonjakan di tahun 2010 tersebut jumlah peminat e-book makin menurun

Memang beberapa alasan yang tidak mendukung penggunaan e-book lebih kepada faktor kesehatan seperti kesehatan mata. Situs Every Day Health pernah menulis artikel dengan judul “How Technology Is Hurting Your Eyes”, yang isinya membahas bagaimana layar tablet atau komputer kita bisa menyebabkan mata kering hingga sakit kepala.

Sementara itu, membaca buku fisik seakan bisa jadi ‘terapi’ tersendiri bagi mood kita. Menyentuh serta mencium aroma kertas tentu punya sensasi tersendiri bagi para penikmat buku fisik. Nah, siapa dari antara kalian yang setuju kalau wangi kertas buku baru itu sangat menyenangkan?

Jadi, kita bisa menyimpulkan sendiri apakah kelak e-book bisa menghapus buku cetak atau tidak. Tapi yang jelas, saat ini masih banyak masyarakat yang memilih buku cetak. Bukan karena masih gaptek, tapi mungkin beberapa di antara kita sadar bahwa tidak semuanya dalam kehidupan kita harus serba teknologi.

Lagipula, membaca buku di kafe rasanya juga jadi kegiatan keren yang kerap kita lakukan di saat senggang. Jadi, mana yang Anda suka; buku cetak atau buku elektronik?

[]

Diulas oleh: Toshiko Potoboda

 

Leave a Reply