Melihat Gagasan dan Cara Pandang Orang Eropa melalui Film

Tahukah Anda kalau film merupakan budaya dan aset penting dalam perekonomian Eropa? Industri film Eropa- yang merupakan bagian dari industri budaya dan kreatif yang secara kolektif menyediakan tujuh juta pekerjaan dan menghasilkan 4,3% dari PDB Uni Eropa, secara internasional diakui sebagai salah satu sentra produksi film beragam dan terbesar di dunia.

Tidak heran kalau banyak sekali festival film bergengsi yang diadakan di Eropa. Salah satu festival film terbesar di dunia, Cannes Film Festival juga diadakan di benua tersebut. Festival film bergengsi ini juga jadi pemacu semangat para pelaku film untuk membuat karya unik, lintas genre.

Itulah sebabnya berbagai film dari Eropa ataupun yang pernah masuk ke festival film Eropa biasanya punya alur cerita yang unik. Baik film maupun dokumenternya dibuat agar mendapat kritik positif dari berbagai pelaku film di Eropa maupun dunia.

Sayangnya, kebanyakan film ini tidak masuk ke bioskop Indonesia. Terkadang kita hanya bisa menyaksikan film tersebut di festival-festival film, salah satunya Europe on Screen. Di tahun 2017, festival ini berlangsung pada 5-14 Mei 2017 di enam kota Indonesia; Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta.

“Ada 74 film berkualitas dari 21 negera yang merupakan film-film pemenang penghargaan; antara lain Festival Film Berlin, Penghargaan Oscar, Golden Globe, Film Eropa Terbaik 2016, dan penghargaan lainnya. Semua film ini akan diputar gratis di EOS 2017,” ungkap Orlow Seunke, Direktur Festival EOS 2017.

Ada tiga main sections untuk film yang tayang. Di XTRA section, akan ada 18 film Eropa yang merupakan box office, pemenang Oscar, atau pemenang Cannses. Pada DISCOVERY section akan ada 23 film yang akan menggali film-film unik dari sutradara bertalenta. Ada pula DOCU section yang menampilkan film dokumenter Eropa pilihan.

Selain tiga section utama di atas, ada section yang lebih kecil; RETRO section dan OPEN AIR SCREENING yang menayangkan film-film populer Eropa yang pernah rilis di bioskop Indonesia.

Di festival film seperti Europe on Screen kita bisa mempelajari langsung bagaimana pembuatan film di Eropa. Belajar tentang bagaimana mereka mengolah ide hingga mengeksekusinya jadi sebuah tontonan yang memiliki nilai tersendiri. Kita jadi bisa melihat cara pandang orang Eropa yang dituangkan dalam medium film.

Sesi FILM MEETINGS yang diadakan EOS akan membahas sudut pandang para pelaku film Eropa. Section ini adalah tempat berbagi ilmu dan pengalaman para pelaku film di Eropa kepada penggiat film di Indonesia. Kita bisa bertanya dan berdiskusi langsung terkait film yang mereka buat.

Kalaupun hanya datang sebagai penikmat, kita bisa melihat budaya yang ditampilkan lewat film-film Eropa ini. Kita akan melihat nilai-nilai budaya yang pernah kita dengar atau malah belum kita tahu sama sekali. Sederhananya, mata pun akan dimanjakan dengan indahnya latar negara-negara di Eropa.

“Saya harap festival ini dapat terus menjadi jembatan antara warga dengan segala perbedaan kepercayaan, pemikiran, dan nilai-nilai. Melalui cara yang menyenangkan dan memancing diskusi, saya harap EOS juga bisa menginspirasi penonton Indonesia untuk mengembangkan industri film sebagai aset budaya yang penting, denga potensi kreatif yang luar biasa,” jelas Michel Geurts, Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Untuk jadwal Europe on Screen 2017, silakan lihat di www.europeonscreen.org.

[]

Diulas oleh Toshiko Potoboda

Leave a Reply