Menjadi Kreatif Akibat Inacraft

Ide bisa datang dari mana saja. Seperti halnya yang dirasakan Fariz Silambang. Inacraft menjadi pemicu ide ayahnya untuk membangun Elika Craft yang kemudian ia teruskan hingga sekarang.

“Ayah saya awalnya produksi tempat tidur rumah sakit. Sejak ada Inacraft 19 tahun yang lalu, ayah saya kemudian mengembangkan kerajinan besi jadi produk yang bisa dimanfaatkan di rumah,” jelas Fariz saat ditemui Motzer di Inacraft 2017.

Ia bercerita, saat itu ayahnya menggunakan sisa besi produksi tempat tidur rumah sakit untuk membuat berbagai kerajinan yang beliau presentasikan di Inacraft. Adapun produk kerajinan yang dibuat Elika Craft adalah tempat sampah, tempat sepatu, jemuran, dan berbagai hiasan rumah.

“Sekitar 10 tahun lalu, saya diberikan kerpecayaan ayah saya untuk meneruskan Elika Craft ini. Saya pun akhirnya membuat beberapa hiasan rumah yang lebih dekat dengan anak muda. Inginnya agar semua kalangan bisa menggunakan produk kami,” jelasnya menutup percakapan dengan tim Motzter.

Memang, gelaran Inacraft yang telah dikenal sejak tahun 1998 telah menampilkan berbagai produk kerajinan dari Asia Tenggara.

Di perhelatan yang ke-19 (26-30 April 2017) ini saja kita bisa melihat produk dari perajin, pengusaha, dan produsen seluruh pelosok tanah air. Tidak hanya itu, negara sahabat seperti Myanmar, Jepang, Pakistan, Polandia, dan India pun ikut serta dalam pameran tersebut.

Datang ke pameran seperti Inacraft tidak harus tentang belanja. Berkeliling dan melihat berbagai produk kreatif sebenarnya bisa ‘memantikkan’ inovasi dan ide baru.

Siapa tahu seperti Fariz dan ayahnya, suatu hari kamu bisa membuat produk kerajinan yang bisa dipamerkan di Inacraft juga.

[]

Diulas oleh: Toshiko Potoboda

Leave a Reply