Merasakan Belanja di Pusat Perbelanjaan Pertama di Indonesia

Siapa yang masih belanja di Sarinah? Mungkin banyak orang yang mulai malas belanja di tempat tersebut. Ada yang bilang koleksinya jadul, tempatnya kuno, dan sebagainya.

Padahal, jauh sebelum ratusan mall berdiri kokoh hari ini, Sarinah pernah menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan di Jakarta. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pada tahun 1967 oleh Presiden Soekarno. Nama Sarinah sendiri berasal dari nama pengasuh Soekarno semasa ia kecil.

“Dari Mbok Sarinah, saya mendapat pelajaran mencintai ‘orang kecil’. Ia orang kecil, tapi jiwanya selalu besar,” tulis Soekarno dalam pengantar bukunya yang berjudul Sarinah.

Tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan, saat itu Sarinah merupakan pintu masuknya fasilitas moderen ke tanah air. Di sanalah warga Jakarta untuk pertama kalinya bisa merasakan tangga berjalan (eskalator).

Adapun ide pembuatan gedung pencakar langit pertama di Jakarta ini datang setelah Soekarno melihat sejumlah negara yang sudah lebih dulu memiliki pusat perbelanjaan moderen.

Presiden Soekarno saat pembukaan Sarinah. Sumber foto: Diskon

Padahal saat itu (1959) ekonomi Indonesia sedang runtuh. Daya beli sedang lemah dan taraf hidup rakyat Indonesia pun merosot. Pembangunan gedung Sarinah sendiri dibiayai dari ganti rugi perang Jepang.

Sarinah dibangun dengan harapan untuk meningkatkan harga jual produk lokal Indonesia. Soekarno menekankan kalau 60 persen barang yang dijual di Sarinah haruslah produk Indonesia, 40 persennya boleh impor.

Sumber foto: Diskon

Bagaimana dengan sekarang? Bila mampir ke Sarinah, Anda akan banyak melihat jenama fesyen asal Indonesia. Memang ada beberapa yang impor, namun bila diperhatikan perbandingannya masih 60-40.

McD Sarinah adalah gerai McD pertama di Indonesia. Didirikan di tahun 1991

Kalau penasaran, cobalah untuk mampir dan melihat produk yang dijual di Sarinah. Belilah bila ada yang cocok, atau setidaknya kita bisa sekadar jalan-jalan untuk bernostalgia di tempat yang pernah jadi satu-satunya pusat perbelanjaan Indonesia tersebut.

[]

Diulas oleh: Toshiko Potoboda

Leave a Reply