Bukan Mahal, Tapi Membayar Prosesnya

Berapa banyak di antara kita yang suka membeli brand lokal? Banyak orang yang lebih memilih brand lokal karena di samping kualitasnya sudah semakin bagus, harganya yang tidak terlalu mahal jadi alternatif masyarakat untuk berbelanja.

Sebenarnya membeli brand lokal bukan hanya soal belanja. Dengan membelinya, selain ikut memberikan kesempatan produk lokal untuk diterima pasar yang lebih luas, juga ikut membangun identitas brand lokal agar makin diterima oleh market lokal itu sendiri.

Beberapa waktu lalu Motzter berbincang dengan Fredy, pemilik Born Goods yang menjual aksesoris berbahan kulit seperti dompet, strap kamera, name card holder, dan lainnya.

Memang aksesoris berbahan kulit sedang banyak digandrungi di Indonesia. Tampilannya yang elegan dan klasik menjadikan aksesoris berbahan kulit digandrungi khususnya kaum laki-laki.

Apa yang spesial dari Born Goods? Sekilas produk yang ditawarkan Born Good memang sederhana, tapi setiap produknya dibuat langsung oleh pemiliknya.

“Saya mulai mengerjakan Born Goods di tahun 2014 sebagai sampingan saya. Semuanya saya kerjakan sendiri dari mulai memilih bahan sampai mengirim JNE.” jelas Fredy.

Pembuatannya yang personal inilah yang membuat produk ini jadi terbatas. Fredy menjelaskan untuk satu desain produk, biasanya ia hanya membuatnya satu lusin; maksimalnya 3 lusin itu pun bila produknya sangat diminati.

“Born Goods saya kerjakan dengan perasaan enjoy. Biasanya kalau saya sudah buat satu lusin, saya sudah bosan membuatnya sehingga beralih ke desain baru,” ungkap laki-laki kelahiran 5 September 1981 ini.

Fredy juga menjelaskan bahwa mereka yang membeli produk Born Goods juga membeli proses produksinya. Inilah yang menurutnya esensi dari produk hand-made.

Dari sisi bahan, kulit yang digunakan juga pasti disesuaikan dengan produk yang dihasilkan. Fredy menuturkan kalau ia tidak akan menggunakan bahan yang sama untuk membuat tas dan dompet, semuanya disesuaikan dengan desain sehingga kenyamanan pengguna juga lebih terjamin.

“Akhirnya pelanggan Born Goods jadi loyal karena mereka membeli setiap proses yang saya kerjakan. Saya percaya sebuah produk yang dibuat sendiri dengan tangan itu tentu punya sentuhan yang berbeda dengan produk yang dibuat massive. Ini juga yang membuat saya bertahan untuk mengerjakannya sendiri,” ungkap Fredy

Born Goods bukanlah sekadar barang fisiknya saja, melainkan juga mengenai proses pembuatannya. Lantas sebenarnya berapa harga aksesoris hand-made ini? Silakan cek Instagram mereka dan kembali lagi; pastikan sebelum komplain soal harga, pikirkan dulu proses pembuatannya. Tidak hanya untuk Born Goods, tapi untuk semua produk lokal yang Anda sukai.

(Semua foto milik Born Goods)

[]

Diulas oleh: Toshiko Potoboda

Leave a Reply