Kafe dan Merchandise

Berapa banyak kafe yang pernah Anda kunjungi; entah untuk bekerja ataupun sekadar nongkrong?Mungkin kita semua tahu kalau tren kafe minimalis sedang menjamur di ibu kota.

Kalau mampir ke coffee shop, pernahkah Anda melihat merchandise yang dijual di sana? Sebenarnya, ide tersebut sudah banyak bermunculan di luar negeri. Tepatnya di North Carolina, Urban Grinders merupakan salah satu coffee shop yang terkenal dengan konsep menjual merchandise ini. Dilansir dari Freshcup, kafe ini mengusung tema coffee shop plus art gallery yang juga menjual merchandise menarik. Art gallery dan merchandise ini menyumbang 30% revenue mereka.

Di Indonesia sendiri, The Goods Dept adalah satu yang paling terkenal dengan konsep serupa. Mereka justru punya beberapa vendor produk fashion yang dijual di dekat coffee shop-nya. Harapannya, mereka yang datang untuk ngopi juga singgah untuk melihat-lihat dan membeli barang yang mereka suka.

Memang, kebanyakan kafe hanya fokus terhadap bagaimana menyajikan kopi enak dengan ambience yang cocok dengan target pasar mereka. Tidak bisa dipungkiri kalau kedua hal itu adalah pondasi utama yang perlu diperhatikan, namun menjual produk lain atau merchandise juga punya andil untuk membangun identitas coffee shop; di samping memberikan revenue tambahan.

Sebenarnya membuat atau memilih vendor merchandise tidak bisa sembarangan. Keterlibatan desainer grafis juga penting agar merchandise yang dijual memang punya konsep yang selaras dengan coffee shop. Dengan demikian, merchandise bisa mengambil atensi dari pengunjung yang datang.

Kalau diperhatikan, tidak hanya tumblr ataupun gelas kopi; beberapa kafe di Jakarta menjual totebag, notes, post card dan lainnya. Lantas siapa yang akan membelinya? Target utamanya tentu adalah pengunjung setia coffee shop tersebut. Tidak sulit, pasalnya di jaman ini kebanyakan orang punya pilihan kafe favorit. Coba tanyakan diri kita sendiri: kita mungkin sering mencoba berbagai coffee shop, tapi pasti kan kita punya beberapa pilihan kafe favorit yang lebih sering dikunjungi?

Tidak hanya punya manfaat untuk coffee shop itu sendiri, spot merchandise juga bisa jadi booth kecil untuk produk lokal. Coba bayangkan kalau coffee shop membuka peluang untuk sharing revenue dengan vendor brand lokal, tentunya ini bisa jadi simbiosis mutualisme yang asyik. Semacam kolaborasi yang sama-sama menguntungkan; dengan catatan kedua pihak harus punya citra dan taste yang sama.

Setidaknya jualan merchandise di coffee shop bisa juga jadi showcase para penggiat produk lokal. Tidak menutup kemungkinan, mata masyarakat pun makin terbiasa melihat produk lokal.

Jadi, coba perhatikan merchandise yang dijual di coffee shop favoritmu. Apa yang mereka jual? Apakah kamu tertarik membelinya? Share ke Motzter juga ya!

[]

Diulas oleh: Toshiko Potoboda

Leave a Reply