Nasi Kuning: Antara Simbol, Doa, dan Makan-Makan

Siapa yang tidak kenal nasi kuning? Tidak sebagai menu masakan pun kita bisa kenal sebagai sebuah simbol yang khas dari sebuah perayaan.

Mungkin ada banyak artikel yang sudah menceritakan sejarah dan asal-muasal Nasi Kuning. Namun yang menarik di sini adalah bagaimana sebuah Nasi Kuning ini menjadi sebuah ikon atau simbol yang melambangkan sebuah HOPE dan WISH. Dari berbagai kegiatan perayaan di Indonesia, kehadiran Nasi Kuning menjadi sebuah atribut yang seolah-olah mewakili bentuk doa.

Bentuk kerucut konon similiar dengan konsep piramida yang memusat ke puncak sebagai lambang kekuatan ke atas – ke Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak heran saat memotong Nasi Kuning pun ada kebiasaan dilakukan oleh orang penting atau orang yang dianggap penting. Juga pola memotongnya pun tidak seperti saat memotong kue tart yang melintang vertikal melainkan horisontal. Bagian pucuk Nasi Kuning yang dipotong pun akan diserahkan kepada orang penting atau orang yang dianggap penting.

Nyatanya, Nasi Kuning memang bukan sekedar menu masakan yang enak dimakan, melainkan sebuah sajian yang sarat dengan doa, harapan, dan mantera. Karena Nasi Kuning terlalu akrab, sampai akhirnya jarang yang peduli dengan nilai “doa”-nya. Semoga tidak tunggu diakuisisi oleh Malaysia baru kita akhirnya peduli.

[]

Share

Leave a Reply