Komik, Ilustrasi dan Seni

Komik dan seni rasanya sudah menjadi kesatuan utuh dalam kekaryaan. Keduanya sudah menjadi bagian yang saling berkait dan menguatkan.

Hal ini mungkin dibangun dari sebuah ketidaksengajaan atas cara memandang komik sebagai sebuah karya seni yang independen pada masa pop art. Panel-panel komik bisa berdiri sendiri sebagai sebuah karya seni grafis dengan karakter raster yang sangat kuat. Keterbatasan seni cetak justru menjadi cirinya.

Kemampuan penggambar komik berlanjut pada sebuah karya dasarnya yaitu ilustrasi. Karya ilustrasi pun sudah mulai mendapatkan tempat di banyak galeri-galeri untuk dikurasi sebagai sebuah instalasi pameran yang khas pula. Gaya masing-masing ilustrator makin lama makin berkembang dan lebih variatif. Ilustrator terbuka dengan segala penggayaan dan eksperimen material.

Semangat indie dan suasana kreatif makin kondusif di negeri ini. Anak-anak muda mulai unjuk kesempatan pada karya-karya komik dan ilustrasi mereka. Format kurasi pun menjadi lebih ringan dan santai. Masyarakat akhirnya bisa menikmati sebuah karya dengan atau tanpa beban “kajian-kajian kesenirupaan”. Mungkin cara ini lah yang menjadi katalis perkembangan senirupa di Indonesia untuk lebih memasyarakat. Mungkin?

[]

Share

Leave a Reply