Amalia: Dongeng Dengan Pinsil

Teknik ilustrasi dengan goresan pinsil itu memang khas dan klasik. Amalia memanfaatkan sentuhan klasik pinsil ini menjadi sebuah karya ilustrasi yang sangat dekat dengan nuansa negeri dongeng.

Sejak pertama kali pinsil digunakan menulis yaitu sekitar abad ke 14, mungkin sejak itu pula pinsil digunakan orang untuk menggambar. Pinsil memang memiliki goresan yang khas karena bahan graphite yang digunakannya. Bukan arang atau charcoal. Goresan dan torehan pada pinsil sangat membedakan hasilnya akibat tekanan pada pinsil. Tekanan ini pula yang kemudian memberikan karakter dari setiap karya gambar dengan pinsil.

Pinsil memang sangat dikenal untuk digunakan sebagai skets, artinya bukan untuk gambar akhir. Namun Amalia merasakan kenikmatan menggambar dengan media pinsil ini sejak kecil. Sejak itu ia terus menggali dan bereksperimen dengan banyak karya. Karakter pinsil ini nampaknya cocok dengan kesukaan Amalia dengan nuansa “dongeng”, sebuah dunia cerita entah berantah yang seringkali menggiring pembaca dongen ke dalam sebuah imajinasi dunia yang indah. Mungkin karena itu pula lah Amalia suka sekali dengan kunang-kunang. Yang dianggap Lia sebagai sebuah pengantar mimpi yang menjadi nyata. Tidak heran jika judul blog Lia ini adalah Pencils and Fireflies.

Tuck Everlasting

(semua foto diambil dari dan milik blog Amalia)

[]

Share
  1. antyo says:

    wow! indah sekali!
    ayo tampilkan ilustrator lainnya! 🙂

Leave a Reply