Becak Motor, Terobosan Desain Atau Sosial?

Becak motor mungkin banyak ditemui dibanyak kota di Indonesia, salah satu yang terkenal mungkin “bentor” di Gorontalo. Sebuah angkutan umum perpaduan antara becak dan motor. Jadi sebuah becak yang kemudian bagian sepedanya diganti dengan motor bebek. Apakah ini sebuah terobosan dalam hal modifikasi desain?Bentor di Gorontalo konon tidak mendapatkan izin sebagai kendaraan angkutan umum, akan tetapi di Makassar keberadaan bentor ini makin bentumbuh pesat yang kemudian pemkot memberikan izin beroperasinya bentor sebagai angkutan umum. Pertimbangannya simpel sekali yaitu pertimbangan sosial dari para pekerja bentor ini. Lantas bagaimana dengan aspek desain dan safety penumpangnya?

IMG00954-20110417-1012-small

Jika memperhatikan aspek desain, nampaknya bentor ini bisa sangat membahayakan penumpang, mengapa? Untuk kendaraan jenis becak bermotor ini, posisi penumpang di bagian depan jelas lah berbahaya. Jika becak biasa cuma dengan tenaga kayuh mungkin tidak terlalu berbahaya. Akan tetapi jika becak dengan tenaga motor jelas kecepatannya bisa membahayakan penumpang di bagian depan yang tanpa pelindung. Dahulu, di Jakarta ada helicak, yaitu becak bermotor berbentuk helikopter. Posisi penumpang di bagian depan akan tetapi tertutup rapat dan motor yang digunakan pun model scooter (vespa) yang menggunakan ban kecil, artinya helicak tidak bisa bergerak kencang.

helicak

Helicak (Foto dari internet)

BerbeBerbeda dengan bentor, motor bebek 100cc ini jelas jenis motor kencang. Ban besar jelas memudahkan motor untuk bergerak cukup cepat. Bayangkan jika bentor ini musti belok mendadak, bisa diduga akan mudah terbalik karena roda bagian depan ada dua. Jadi tingkat keselamatan bentor ini mustinya jadi pertimbangan atas pelarangannya, jadi bukan karena pertimbangan sosial.

Jika pemerintah kota ingin membantu pemilik bentor agar bisa layak digunakan, maka hal yang musti dilakukan adalah membantu membuat modifikasi bentor yang lebih aman untuk penumpang dan pengendara bentornya. Bantuan bisa berupa melibatkan desainer produk dari industri karoseri atau otomotif untuk merancang desain ideal bentor. Perubahan desain bentor yang syarat dengan pertimbangan ergonomi, keamanan dan keselamatan. Perumpamaan perubahan desain yang dirasa lebih aman adalah dengan mengubah format didorong (penumpang di depan) menjadi format ditarik (penumpang di belakang). Modifikasi ini jelas memprioritaskan keamanan dan keselamatan, bukan pertimbangan style semata. Jangan sampai pertimbangan keselamatan atas bentor ini baru jadi perhatian ketika kelak ada kecelakaan serius akibat bentor. Kelak, jika bentor sudah menjadi angkutan khas kota Gorontalo atau Makassar, maka bentor bisa dijadikan ikon pariwisata kota dan obyek wisata turis.

(foto milik @motulz dan dari internet)

[]

 

Share

Leave a Reply