Kreatif = Ngakalin?

“Ngakalin” sepertinya adalah istilah yang sangat umum buat orang Indonesia. Sebuah cara dalam mencari solusi pada situasi keterbatasan. Akan tetapi cara ngakalin ini nampaknya mulai berkembang bukan saja dilakukan pada saat terbatas saja, melainkan menjadi sebuah kebiasaan cara baru. Bagaimana bisa?

Mencari sebuah solusi dalam situasi keterbatasan dan keterpaksaan konon memang memaksa kita untuk berfikir lebih liar. Untuk kebanyakan orang Indonesia cara berfikir “ngakalin” ini nampaknya sudah menjadi hal biasa karena mayoritas kita memang berada dalam situasi serba terbatas. Yang seru, cara tadi bukan saja dilakukan dalam situasi darurat melainkan sudah menjadi perencanaan di awal, tujuannya adalah memotong anggaran. Bisa jadi karena anggaran terbatas atau memang ingin ngirit.

Foto di atas memperlihatkan bagaimana cara kreatif sebuah rumah makan di Cirebon, yang mengakali sebuah lampu sorot yang mustinya menggunakan lampu halogen ternyata cukup berfungsi dengan memodifikasinya menjadi lampu merkuri biasa. Harga lampu merkuri jelas jauh lebih murah dibanding harga lampu halogen. Yang goal-nya simple saja: lampu sorot ini bisa berfungsi terang, tidak kehujanan karena tertutup boks yang rapi dan reflektornya pun bagus. Pemerkosaan teknologi dan desain? atau hasil dari berfikir kreatif?

[]

Share

Leave a Reply