Tentang Wayang dan Dalang

Wayang, sejauh ini selalu related dengan seni kebudayaan Jawa. Tidak salah juga karena memang yang paling sering kita tonton di TV adalah wayang Jawa, selain wayang Jawa Barat (golek) atau wayang Bali. Wayang Jawa yang kita kenal kesohor adalah wayang kulit, padahal ada juga wayang jenis lain misalnya wayang beber.

Pertujukkan wayang sesungguhnya adalan sebuah pertunjukkan yang amat keren. Tiap pertujukkan wayang dipandu oleh seorang dalang yang berfungsi sebagai pembawa cerita (narrator), penyanyi/nembang (singer), pemain boneka wayang (puppeteer) juga pengisi suara semua karakter wayang (dubber). Tidak heran jika profesi dalang ini tidak gampangan dan sembarangan. Kemampuan dalang ini nampaknya kurang kita perhatikan. Padahal untuk berlatih menjadi dalang butuh proses dan latihan panjang.

Dalam sebuah pertunjukkan wayang, bukan cuma dalang dan wayang yang hadir, melainkan orkestra gamelan dan koor (choir) ibu-ibu yang melantunkan tembang-tembang pengiring cerita. Semua berpadu dalam sebuah kemasan pertunjukkan yang hampir dari kita kurang bisa mencerna kehebatan pertunjukkan ini.

Untuk pertunjukkan wayang yang kita tahu, tentu sudah mengalami proses modernisasi dari pertunjukkan wayang yang asli. Dahulu, pertunjukkan wayang digelar sebagai sebuah prosesi ritual untuk berdoa, seremonial sukuran, atau prosesi mantra pengobatan. Sang dalang pun sebelum pentas musti melakukan ritual seperti puasa mutih (hanya boleh makan nasi). Tidak heran kalau pertunjukkan “sakral” ini dilakukan semalam suntuk.

(Foto-foto milik @motulz)

[]

Share

Leave a Reply