Mesjid Istiqlal, Simbol Kebebasan Arsitektural

Rasanya semua orang Jakarta tahu Mesjid Istiqlal. Mesjid megah yang selalu digunakan untuk acara-acara kenegaraan. Pamornya bukan saja menjadi milik orang Islam, melainkan sudah menjadi bagian dari kebanggan berbagai agama dari bangsa ini. Namun berapa banyak dari kita yang pernah masuk ke dalam mesjid ini?

Nama Istiqlal diambil dari momen besar bangsa ini sesuai artinya yaitu kemerdekaan. Dibangun dimasa pemerintahan Sukarno sebagai simbol sebuah kemerdekaan Indonesia. Yang menarik adalah bagaimana mesjid ini bukan saja menjadi ikon kemerdekaan sebuah bangsa tapi juga kemerdekaan sebuah karya arsitektural. Dirancang oleh seorang arsitektur non-muslim yang menjadi perlambang bahwa rumah ibadah orang muslim ini merupakan simbol persatuan dan kerukunan umat beragama. Sebuah rancangan mesjid yang menggambarkan sebuah terobosan yang sangat canggih pada masanya. Kecanggihan dan terobosan desain arsitektur Istiqlal nampak dari luar dengan penggunaan bahan utama marmer dan stainless steel saja. Awalnya agak aneh jika mendengar rencana pembuatan sebuah mesjid di sebuah negara tropis tanpa menggunakan kayu sebagai kusen atau konstruksinya.


Akan tetapi bangunan agung hasil karya arsitektur F. Nababan ini berhasil memberikan ciri yang kuat sebagai sebuah karya arsitektural yang sangat memukau negara-negara tetangga untuk sebuah mesjid yang dibuat tahun 1961 ini. Selayaknyalah mesjid Istiqlal ini dikategorikan sebagai bangunan konservasi desain arsitekturnya. Sayang, ketidaktahuan ini disikapi lalai dengan pemasangan spanduk dan umbul-umbul yang cenderung dipasang secara sembarangan. Sepertinya si pemasang spanduk tidak mengenal dan tidak dapat memaknai nilai kemegahan desain arsitektur Istiqlal ini.

(Foto-foto milik @motulz)

[]

Share

Leave a Reply