Category Archives: Think !

Apa Kabar Mainan Konvensional?

Ada yang pernah melihat mainan gasing? Atau mungkin mobil-mobilan truk dari kayu? Coba perhatikan anak-anak kelahiran tahun 2005 ke atas. Mainan yang mereka pegang rata-rata berbau teknologi; entah pad, laptop, atau mungkin smartphone. Gadget ini biasanya digunakan untuk mengalihkan perhatian di saat mereka rewel.

Pilih Baca Buku CETAK atau e-Book?

Di jaman serba canggih, kita diperhadapkan dengan membaca tulisan di layar. Mulai dari pesan, surel, tweet, hingga status atau caption di media sosial. Kadang mata kita pun jadi lelah, tapi lama kelamaan kita jadi terbiasa untuk melihat text di layar gadget kita.

Food Fighters, Dulu dan Kini

Sekitar akhir 2014, Pasar Santa muncul dengan wajah baru yang di luar dugaan. Kios-kios musik jadul muncul seiring dengan banyaknya bisnis makanan yang juga tumbuh. Meski berlabel pasar, Pasar Santa saat itu membuktikan bahwa anak muda bisa nongkrong di pasar. Acara-acara kreatif pun dibuat untuk menajamkan eksistensi Pasar Santa untuk tempat berkumpul anak muda.

Pengamen, Menghibur atau Mengganggu?

Pengamen dan tempat makan pinggiran rasanya jadi dua hal yang saling berkaitan. Di mana ada tempat makan pinggiran, di situ ada pengamen yang membawakan beberapa tembang. Ada yang memang niat menggunakan gitar, cajon, bahkan biola; tapi ada pula yang hanya bermodal tepuk tangan.

Kue Keranjang, Simbol Kemakmuran saat Imlek

Suasana Imlek tidak akan lengkap tanpa kehadiran kue keranjang. Ya, kue keranjang inidigunakan mulai sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang Imlek, dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek.

Apakah Layanan Music Streaming jadi Ancaman Toko CD?

Ketika diluncurkan pada tahun 2003, iTunes Music Store, kini bernama iTunes Store, diklaim berhasil membawa perubahan besar pada industri musik. Toko musik digital yang bisa diakses dari aplikasi iTunes di komputer itu memopulerkan penjualan musik dalam bentuk album dan single digital.

Masih Ada yang Mampir ke Sinematek, Tempat Restorasi Film Indonesia?

Beberapa waktu lalu, saat saya mampir ke Pasar Festival, saya iseng mampir ke Sinematek. Hanya bermodalkan rasa penasaran, saya pun sempat bertanya-tanya di mana ruang Sinematek tersebut. Saat saya masuk, ruangan nampak sepi. Mas Budi menyambut saya dengan hangat sambil membawakan brosur dan meminta saya mengisi buku tamu.