Tag Archives: film indonesia

5 Film Indonesia Ini Layak Dijadikan Penanda Perubahan

Perkembangan film di Indonesia tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Sudah banyak film indonesia yang menujukkan taringnya pada dunia, sebut saja Laskar Pelangi yang memenangkan Film Terbaik Festival Film Asia Pasifik 2009 dan tentu saja The Raid yang berhasil membawa pulang penghargaan Film Terbaik sejumlah kompetisi tingkat internasional.

Budayakan Menonton Film Indonesia Dulu Sebelum Menilai

Apa yang terlintas di benak Anda bila kita berbincang soal film Indonesia? Mungkin masih banyak statement negatif yang melintas di pikiran kita. Tanpa sadar, statement inilah yang membuat kita jadi malas menonton film Indonesia di bioskop.

Menyuarakan Nilai Kemanusiaan Lewat Film “Jakarta Undercover”

Walaupun tidak nyaman untuk diperbincangkan, kehidupan megapolitan justru perlu diungkap agar masyarakatnya tidak menutup mata. Untuk tahu banyak tentang persoalan ini, tidak ada salahnya Anda untuk menonton Moammar Emka's Jakarta Undercover.

Masih Ada yang Mampir ke Sinematek, Tempat Restorasi Film Indonesia?

Beberapa waktu lalu, saat saya mampir ke Pasar Festival, saya iseng mampir ke Sinematek. Hanya bermodalkan rasa penasaran, saya pun sempat bertanya-tanya di mana ruang Sinematek tersebut. Saat saya masuk, ruangan nampak sepi. Mas Budi menyambut saya dengan hangat sambil membawakan brosur dan meminta saya mengisi buku tamu.

Cara Asik Menikmati Rasa Film Tabula Rasa

Film Tabula Rasa memang film yang bercerita tentang makanan, akan tetapi sejak judul film ini saya dengar, ada pertanyaan besar yang recall di kepala saya, bahwa istilah "tabula rasa" perasaan bukan tentang makanan, akan tetapi tentang teori proses belajar. Lantas apa kaitannya dengan makanan di film ini? Hal inilah yang menarik perhatian saya untuk pergi ke bioskop dan nonton filmnya.

Indahnya Seni Penyuntingan Film Rectoverso

Rectoverso, adalah novel kumpulan cerpen karya Dee Lestari yang difillmkan setelah novel sebelumnya "Perahu Kertas" juga sempat ikut menyemarakkan bioskop Indonesia. Jika di Perahu Kertas Dee sendiri  yang menulis skenarionya, kali ini di Rectoverso tiap cerpen ditulis oleh 5 penulis skenario berbeda, bahkan sutradara yang berbeda pula.