Siapa tak kenal jamu? Minuman tradisional asal Indonesia yang dibuat dari bahan-bahan herbal alami. Tanpa sadar jamu mungkin bisa menjadi ikon tradisional minuman Indonesia. Bahkan sampai sekarang pun jamu masih diminati banyak masyarakat. Tampil dengan dililitkan kain dan digendong oleh ibu-ibu, tentu semakin mengangkat sisi tradisionil jamu Indonesia. Penampilan ibu-ibu ini pun tidak biasa, mereka biasa menggunakan kain batik yang dililitkan di pinggang mereka.

Namun, seiring perkembangan jaman, banyak para penjual jamu yang kemudian beralih ke gerobak dorong sampai sepeda. Baik gerobak dorong maupun sepeda didesain sedemikian rupa, hingga semua botol jamu bisa terpampang dengan baik.
Hanya saja, ketika menggunakan gerobak dorong maupun sepeda, para penjual jamu ini tidak sudah jarang yang menggunakan kain seperti para penjual jamu gendong biasanya. Sangat disayangkan, padahal penampilan para penjual jamu itu bisa dikatakan ‘sangat Indonesia’. Coba anda bandingkan penampilan para penjual jamu ini.
Bukan hanya menggunakan gerobak dorong ataupun sepeda, mungkin kedepannya banyak pula para ibu-ibu penjual jamu yang menggunakan motor. Sebenarnya bagaimanapun cara menjualnya, yang perlu dipertahankan adalah sisi tradisionil dari cara berjualan jamu ini. Semoga para penjual jamu gendong ini masih bisa dilestarikan untuk waktu yang lama.
Anda sendiri, apakah lebih suka melihat penjual jamu gendong, jamu gerobak, atau penjual jamu gowes?
(Semua gambar milik She)
[]
![[] Motzter](../../wp-content/uploads/header_motzter_blue.jpg)





