Mengintip Desain Komponen Pesawat Jet Rancangan Lulusan SMK Salatiga

Pesawat jet penumpang kini makin canggih, baik dari desain pesawat maupun mesinnya. Hal yang paling menarik adalah bahwa tiap komponen mesin pesawat jet generasi terbaru masa kini adalah hasil kerja kolaboratif “jarak jauh” dari banyak insinyur di seluruh belahan dunia. Siapa sangka jika salah satu komponennya itu adalah hasil rancangan putra Salatiga?

Bang Handry Santriago – CEO dari General Electric Indonesia, adalah sebuah perusahaan global yang salah satu produk andalannya adalah mesin pesawat jet penumpang. Bang Handry dikejutkan dengan kabar dari kantor pusat GE di Amerika Serikat bahwa pemenang lomba desain engine bracket (pegangan mesin) dimenangkan oleh seorang anak dari Kota Salatiga. Nama anak itu adalah Arie Kurniawan, lulusan SMK di Salatiga yang kini nekad dengan membuka sebuah studio engineer kecil di rumah orang tuanya bersama saudara dan beberapa teman-temannya bernama Dtech-Engineering. Agak tidak percaya saat mendengar Arie berhasil meraih juara pertama melibas 700 rancangan insinyur-insinyur lain dari kurang lebih 56 negara.

Bang Handry Santriago bercerita, bahwa ide sayembara ini dilakukan oleh GE Aviation Amerika dalam sebuah lomba terbuka di komunitas 3D printing. Uniknya lomba ini adalah sebuah upaya menjaring ide-ide inovasi dari berbagai pelosok dunia dengan mengirimkan rancangan 3D untuk kemudian diejawantahkan kedalam proses cetak mesin 3D printer. Material yang digunakan untuk mencetak rancangan 3D ini mulai dari sejenis plastik polymer hingga titanium. Yang mengejutkan adalah, Arie bersama saudaranya nekad membuat mesin 3D printer dari hasil rakitan sendiri. Bahan-bahan yang digunakan pun sangat “ndeso” mulai dari triplek hingga motor stepper yang diambil dari mesin fotokopi bekas. Menurut Arfian – kakak kandung Arie, sangat sulit mencari bahan-bahan yang bisa digunakan untuk merakit mesin 3D printer, akhirnya mereka harus mengakali dari bahan-bahan yang ada. Apalagi jika mengingat Kota Salatiga adalah kota kecil.

Kegigihan Arie dan Arfian, jelas merupakan sebuah cerita tersendiri dari gagasan kreatif sebuah inovasi. Keterbatasan jelas malah membuat mereka melejit diantara ide-ide peserta lainnya. Kini hasil rancangan Arie Kurniawan sedang masuk tahap uji coba purwarupa (prototype) di Ohio Amerika. Apakah rancangan Arie tersebut masuk ke dalam proyek mesin jet GEnX milik GE? Jika iya, maka komponen rancangan Arie ini masuk ke dalam sebuah kolaborasi inovasi mesin pesawat jet generasi terbaru tingkat dunia yang dikenal dengan sebutan mesin LEAP (Leading Edge Aviation Propulsion). Rancangan Arie merupakan kombinasi terbaik sebagai komponen yang sangat kuat namun ringan. Berat komponen asli buatan GE adalah 2.033 gram, sementara rancangan Arie hanya 327 gram! Artinya ada susut berat hampir 84%!!

 

Prestasi ini membuat Bang Handry terkagum, tidak heran jika ia menyempatkan diri berkunjung ke Kota Salatiga dan mampir langsung ke kediaman Arie Kurniawan bersama Arfian dan rekan-rekan di Dtech-Engineering. Sebuah prestasi yang membuka wahana dan kesempatan baru bagi anak-anak muda Salatiga yang ingin berinovasi dan mencari kesempatan menjadi global player – sambung Bang Handry Santriago. Siapa yang sangka, kini Arie Kurniawan bersama Arfian Fuadi dan Dtech Engineering, sedang kebanjiran job dari berbagai perusahaan dunia. Mulai dari proyek kecil-kecilan seperti mendesain jam tangan, hingga proyek besar berskala internasional yang tidak bisa ditulis di sini karena menurut Arfian masuk kategori – RAHASIA!

(Foto-foto milik @motulz dan GE Reports)

Share
  1. nunik99 says:

    kereeeen iiih arie

  2. Chandra Iman says:

    wuih keren euy, kalo di sorot media lebih mantab lagi nih

  3. motulz says:

    Iya.. mustinya banyak media yg menyoroti hal2 keren kayak gini ya 😀

  4. ismail hasbi says:

    keren banget mas arie…

  5. dicky says:

    sungguh menginspirasi.. 🙂 (y)

  6. nurhadi says:

    Hebaaaaaaatttttt…….. mestinya ini dijadikan inspirasi bangsa Indonesia yg lagi galau urus pilpres…..

  7. nawwaf says:

    masyaallah……salah satu anugerah besar buat indonesia sebenarnya…..klo pemangku negeri ini sudi bersinergi sm mereka

  8. […] Selesai menonton film ini, saya segera mem-vote nya di web Eagle Awards. Highly recomended untuk ditonton! 😀 Oh iya, film ini juga mengingatkan saya pada berita ini : Tukang Susu dan Tambal Ban Juara Desain Jet Engine Bracket Pemuda Salatiga Lulusan SMA Kalahkan Insinyur Oxford di Lomba Desain Komponen Jet  Mengintip Desain Komponen Pesawat Jet Rancangan Lulusan SMK Salatiga […]

  9. lutfhy says:

    Boleh minta alamatnya??

  10. jackalenzo says:

    Keren habis, ini type anak muda yg suses di era mendatang, ayok yang lain jn kalah ya…

  11. Gunadi Tri.C says:

    Hebat !!!
    maju salatiga,maju anak muda

  12. rakean says:

    Good job.. Do the best for indonesia

  13. Moch Insyaf Supriyadi says:

    Saya sangat bangga dengan kegigihan orang kita, walau awalnya hanya di ibaratkan dengan kegigihan Panglima besar Jendral Sudirman, dengan bambu runcing pun bisa mengalahkan strategi kolonial, yang penting semangat juang untuk maju dan mandiri . Kini Panglima besar di Desain Engineering telah lahir ,walau berangkat dari kesederhanaan tapi bisa mengalahkan super TECH Technology moderen. Selamat dan sukses selalu buat D TECH.Semoga amanah dan barokah.Aamiin.

  14. Ion says:

    Kwalitas innovasi dari pemikiran putra bangsa indonenesia sejajar dgn thomas alfa edyson, james watt, graham bell ,wright bersaudara.albert einstein

  15. semoga semakin maju, kreatif dan inovatif dan terus memberi inspirasi pada putra bangsa lainnya . Keren luar biasa!

  16. Herlina says:

    Arie boleh mnta contact personnya atau email nya??

  17. […] Mengintip Desain Komponen Pesawat Jet Rancangan Lulusan SMK Salatiga […]

  18. yusknadra says:

    Saya berharap agar pemerintah segera membina anak 2 ini dan sekolahkan ke perguruan tinggi, bila perlu ke luar negeri cari ilmu dan pengalaman setinggi tingginya dan sebanyak banyaknya, karena ke 2 orang anak dari Salatiga ini merupakan aset bangsa di masa depan, tapi kembali lah ke ibu pertiwi jangan habiskan waktu di luar negeri, bangun dan majukan negara ini dengan semangat tinggi…

Leave a Reply